Senin, 28 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Trump Revisi Aturan Efisiensi BBM, Dorong Kendaraan Konvensional

Pemerintahan Trump menetapkan standar efisiensi bahan bakar kendaraan lebih rendah hingga 2031, menurunkan target dari era Biden dan menekan harga mobil baru, namun memperbesar konsumsi bahan bakar dan emisi karbon.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 21.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Trump Revisi Aturan Efisiensi BBM, Dorong Kendaraan Konvensional📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Transportasi Amerika Serikat mengumumkan finalisasi aturan baru yang menurunkan standar efisiensi bahan bakar kendaraan secara signifikan, dengan target rata-rata 34,5 mil per galon pada tahun 2031. Langkah ini mencerminkan pergeseran kebijakan drastis dari pendekatan era Biden yang menekankan transisi ke mobil listrik dan pengurangan emisi. Aturan baru ini disetujui oleh Presiden Donald Trump dan disampaikan melalui pernyataan resmi dari Menteri Transportasi Sean Duffy, yang menyebutnya sebagai kemenangan bagi industri otomotif tradisional dan pekerja di sektor tersebut.

Standar yang lebih longgar diperkirakan dapat menurunkan harga rata-rata mobil baru hingga US$930 per unit, setara sekitar Rp16,7 juta berdasarkan kurs mata uang saat ini. Namun, penurunan efisiensi ini akan berdampak jangka panjang, dengan perkiraan peningkatan konsumsi bahan bakar sekitar 100 miliar galon—setara 378,5 miliar liter—hingga tahun 2050. Selain itu, belanja bahan bakar bagi konsumen diperkirakan meningkat hingga US$185 miliar, sementara emisi karbon dioksida diproyeksikan naik sekitar lima persen dibandingkan skenario Biden.

Pengenaan standar baru ini merupakan respons terhadap tekanan harga bahan bakar yang melonjak sejak ketegangan geopolitik di Timur Tengah memburuk pada akhir Februari. Sebelumnya, pemerintahan Trump juga telah mengusulkan revisi retroaktif terhadap standar model 2022, dengan kenaikan bertahap sebesar 0,25 hingga 0,5 persen per tahun hingga 2031. Perubahan ini secara teknis menurunkan target efisiensi dari 50,4 mil per galon di era Biden menjadi 34,5 mil per galon, menandai kembali ke arah kebijakan yang mendukung kendaraan berbahan bakar fosil.

Di sisi lain, mantan Menteri Transportasi era Biden, Pete Buttigieg, mengkritik kebijakan tersebut sebagai langkah yang merugikan jangka panjang. Ia menilai penurunan standar akan memperlambat transisi menuju teknologi bersih, melemahkan daya saing AS di pasar global, serta memperkuat dominasi China dalam produksi kendaraan listrik. Menurutnya, kebijakan ini justru memaksa masyarakat Amerika membayar lebih mahal di pom bensin dan melepas peluang pengembangan industri energi bersih yang berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya