Trump Tunda Sanksi Rusia untuk Amankan Pasokan Solar
Presiden AS memutuskan menunda sanksi ekonomi terhadap Rusia selama 60 hari demi menstabilkan harga solar dan mengeksploitasi pasokan energi global.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 17.37 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 52x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat mengambil kebijakan mengejutkan dengan menunda penerapan sanksi ekonomi terhadap Rusia selama enam puluh hari. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap kenaikan tajam harga bahan bakar minyak, khususnya solar, yang berdampak langsung pada sektor transportasi, pertanian, dan konstruksi di dalam negeri. Tujuan utama dari penundaan ini adalah memungkinkan analisis menyeluruh terhadap dampak ekonomi global dari penerapan sanksi, terutama dalam konteks ketegangan geopolitik yang meluas.
Dalam keterangan resmi, Menteri Luar Negeri AS menegaskan bahwa kebijakan ini bukan berarti mengabaikan tekanan terhadap Kremlin, melainkan menilai strategi terbaik untuk menjaga stabilitas energi global. Menurutnya, solar dari Rusia tetap akan masuk pasar dunia, sehingga AS memilih untuk turut mengamankan pasokan tersebut daripada menutup akses secara total. "Yang penting bukan siapa yang mendapatkannya, tapi bagaimana pasar tetap terjaga," ujar dia.
Sanksi yang seharusnya berlaku pekan ini awalnya ditujukan untuk mengekang akses keuangan bagi pejabat tinggi Rusia, oligarki, dan lembaga keuangan, serta memberi wewenang untuk menindak pembeli utama minyak dan gas Rusia. Kebijakan ini dirancang oleh Kongres sebagai upaya memutus aliran dana bagi Presiden Vladimir Putin untuk mendanai konflik di Ukraina. Namun, Trump membatalkan pelaksanaannya setelah mencapai kesepakatan bilateral dengan Kremlin terkait impor solar.
Keputusan ini menuai kecaman dari berbagai pihak. Senator Republik Thom Tillis menyebutnya sebagai langkah yang tidak bertanggung jawab, menekankan bahwa menyelesaikan krisis energi bukan dengan memperkuat Putin, melainkan dengan menyelesaikan sengketa strategis seperti konflik Iran. Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan bahwa tindakan ini bisa diartikan sebagai imbalan bagi agresi militer, yang justru melemahkan posisi moral Washington dalam upaya perdamaian.
Trump tetap bersikeras bahwa keputusan ini merupakan langkah terbaik bagi kepentingan nasional dan kesejahteraan global. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini akan membantu menurunkan tekanan harga energi tanpa mengorbankan prinsip strategis. "Ini keputusan yang sangat baik, dan saya yakin akan bermanfaat bagi negara, bahkan bagi dunia," tegasnya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Gubernur Kalteng lakukan penanaman pohon di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan sebagai bagian dari rehabilitasi lingkungan dan ajakan bersama jaga kelestarian alam.
24 Oktober 2026

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman meninjau program BSPS di Cengkareng untuk memastikan bantuan bedah rumah sampai tepat sasaran kepada masyarakat berpenghasilan rendah.
24 Oktober 2026

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Pemerintah dan Pertamina memastikan kesiapan operasional Kilang RDMP Balikpapan dengan progres 99 persen, demi menjaga keandalan pasokan energi nasional.
24 Oktober 2026

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Menteri Pertanian menekankan perlunya perbaikan rantai pasok pangan untuk mengatasi disparitas harga antara peternak dan konsumen di tengah ancaman iklim ekstrem.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

