Vaksin HPV untuk Pria: Perlindungan Diri dan Pencegahan Penularan
Vaksin HPV penting bagi pria untuk mencegah infeksi virus yang dapat menyebabkan kanker dan penyakit kelamin, sekaligus mengurangi risiko penularan ke pasangan.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 27 September 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Infeksi Human Papillomavirus (HPV) bukan hanya menjadi ancaman bagi perempuan, melainkan juga mengancam kesehatan laki-laki. Meski vaksin sering dikaitkan dengan pencegahan kanker serviks, faktanya virus ini dapat menyebabkan berbagai jenis kanker, termasuk pada anus, penis, vulva, vagina, serta kanker orofaring. Dengan lebih dari 100 tipe yang dikenal, sejumlah tipe HPV berisiko tinggi berpotensi menimbulkan keganasan, sementara lainnya menyebabkan kondiloma atau kutil kelamin.
Dokter spesialis kulit dan kelamin menegaskan bahwa pria berperan penting dalam penyebaran HPV, meski sering kali tidak menyadari infeksinya. Karena gejala pada laki-laki cenderung tidak tampak secara langsung, mereka bisa menjadi pembawa virus tanpa menunjukkan tanda penyakit. Hal ini membuat pria menjadi sumber penularan utama, terutama dalam hubungan seksual dengan pasangan perempuan yang berisiko mengalami kanker serviks.
Kondisi anatomi genital laki-laki yang lebih terbuka memudahkan pembersihan harian, tetapi tidak menjamin terhindar dari infeksi. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa sistem imun laki-laki membutuhkan waktu lebih lama untuk membentuk antibodi terhadap HPV dibandingkan perempuan. Akibatnya, infeksi bisa bertahan bertahun-tahun tanpa gejala, meningkatkan potensi penularan secara diam-diam.
Penting untuk menyadari bahwa vaksin HPV bukan hanya untuk perempuan. Dengan menyuntikkan vaksin, pria tidak hanya melindungi diri dari berbagai komplikasi kesehatan, tetapi juga turut mencegah penyebaran virus ke pasangan. Tujuan utama vaksinasi adalah menghentikan rantai penularan HPV secara menyeluruh, tanpa membedakan jenis kelamin.
Pencegahan melalui vaksinasi sejak dini menjadi langkah strategis dalam upaya mengurangi beban penyakit kanker akibat HPV di masyarakat. Dengan menyadari bahwa pria juga rentan dan berperan dalam penyebaran, langkah bersama untuk vaksinasi pria menjadi kunci utama dalam membangun kesehatan seksual dan reproduksi yang lebih aman.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Banjir Bandang Samosir: Warga Mengungsi, Tiga Rumah Rusak
Tiga rumah di Dusun I Sitobu, Samosir, rusak akibat banjir bandang, warga dievakuasi ke Polsek dan memilih mengungsi sementara karena khawatir longsor susulan.
27 September 2026

5 Strategi Ajarkan Bayi Tidur Mandiri Tanpa Gendongan
Orang tua bisa melatih bayi tidur tanpa digendong lewat metode terstruktur seperti white noise, ayunan ringan, dan pengaturan waktu terjaga secara bertahap.
27 September 2026

Merawat Kucing Lansia agar Tetap Sehat dan Nyaman
Kucing berusia 10 tahun ke atas memasuki masa lansia, sehingga memerlukan perawatan khusus untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan seiring bertambahnya usia.
27 September 2026

Delapan Kepribadian di Balik Diam Saat Konflik
Diam dalam konflik bukan selalu tanda acuh, melainkan refleksi dari kepribadian yang memproses emosi secara mendalam dan hati-hati.
27 September 2026
Berita Lainnya

Penembakan Massal di Afrika Selatan Tewaskan 27 Orang
Minggu, 27 September 2026, 17.48 WITA

China Kirim Panda Baru ke Atlanta Setelah Kunjungan Xi ke AS
Minggu, 27 September 2026, 17.48 WITA

Indonesia Kecam Isu Papua di Forum PBB
Minggu, 27 September 2026, 17.47 WITA

IHSG Diproyeksikan Lanjut Koreksi di Awal Pekan
Minggu, 27 September 2026, 17.46 WITA

Luna Kecelakaan Parah Akibat Rem Dibajak
Minggu, 27 September 2026, 17.45 WITA

KPK Temukan Valuta Asing dalam Penggeledahan di Kantor BPN Jatim
Minggu, 27 September 2026, 17.45 WITA

Komnas HAM Dorong Aturan Turunan UU Reforma Agraria Lindungi Masyarakat Adat
Minggu, 27 September 2026, 17.45 WITA

Menteri Keuangan Israel Dorong Operasi Militer di Tepi Barat
Minggu, 27 September 2026, 17.45 WITA

