Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Wapres Filipina Lolos dari Banyak Dakwaan, Tapi Proses Pemakzulan Tetap Berjalan

Pengadilan pemakzulan Filipina memutuskan fokus pada satu dakwaan utama terhadap Wakil Presiden Sara Duterte, menyusul penarikan tiga dakwaan lainnya, sementara proses tetap berlanjut menuju keputusan akhir.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 23.03 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 25x dibuka
Wapres Filipina Lolos dari Banyak Dakwaan, Tapi Proses Pemakzulan Tetap Berjalan📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sidang pemakzulan Wakil Presiden Filipina, Sara Duterte, berlanjut dengan keputusan penting pada Selasa (13/10/2026), saat Senat memutuskan untuk mempertahankan hanya satu dakwaan utama dari empat yang sebelumnya diajukan. Keputusan ini menandai penyesuaian strategis dalam proses hukum, yang tetap berjalan meski sejumlah tuduhan dibatalkan. Dengan fokus pada dugaan kepemilikan kekayaan yang tidak dapat dijelaskan asal-usulnya, sidang kini berfokus pada satu isu sentral yang dianggap memiliki dasar bukti kuat oleh jaksa penuntut.

Jaksa penuntut utama, Gerville Luistro, dalam sidang menyatakan bahwa tiga dakwaan lain—termasuk penyalahgunaan dana rahasia, penyuapan, dan ancaman terhadap tokoh negara—telah dicabut atas pertimbangan substantif dan efisiensi prosedural. Ia menegaskan bahwa bukti yang telah diserahkan dalam tiga dakwaan tersebut tetap kuat dan layak menjadi dasar pencopotan jabatan, namun pemusatan pada satu isu dinilai lebih efektif untuk memastikan keputusan yang konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pihak pengacara Duterte menyatakan kekecewaan terhadap keputusan ini, menilai bahwa pencabutan dakwaan mengurangi ruang bagi terdakwa untuk membela diri secara menyeluruh. Mereka menekankan bahwa setiap dakwaan memiliki bobot hukum sendiri, dan penarikannya berarti kehilangan kesempatan untuk membantah secara spesifik setiap dugaan. Namun, aturan sidang tetap mengharuskan keputusan akhir dibuat oleh senator yang hadir, dengan syarat mendapatkan dukungan dua per tiga suara untuk menjatuhkan vonis bersalah.

Dengan kondisi ini, proses pemakzulan tetap berjalan meski berbagai dakwaan telah ditarik. Jika nantinya dinyatakan bersalah, Duterte berpotensi kehilangan hak untuk mencalonkan diri dalam pemilihan presiden 2028, yang menjadi fokus strategis dalam konteks politik nasional saat ini. Keputusan akhir akan menentukan nasib karier politiknya, sekaligus menunjukkan sejauh mana mekanisme hukum dapat berjalan meski dalam konteks ketegangan politik yang tinggi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya