Wapres Filipina Lolos dari Banyak Dakwaan, Tapi Proses Pemakzulan Tetap Berjalan
Pengadilan pemakzulan Filipina memutuskan fokus pada satu dakwaan utama terhadap Wakil Presiden Sara Duterte, menyusul penarikan tiga dakwaan lainnya, sementara proses tetap berlanjut menuju keputusan akhir.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 23.03 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 25x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sidang pemakzulan Wakil Presiden Filipina, Sara Duterte, berlanjut dengan keputusan penting pada Selasa (13/10/2026), saat Senat memutuskan untuk mempertahankan hanya satu dakwaan utama dari empat yang sebelumnya diajukan. Keputusan ini menandai penyesuaian strategis dalam proses hukum, yang tetap berjalan meski sejumlah tuduhan dibatalkan. Dengan fokus pada dugaan kepemilikan kekayaan yang tidak dapat dijelaskan asal-usulnya, sidang kini berfokus pada satu isu sentral yang dianggap memiliki dasar bukti kuat oleh jaksa penuntut.
Jaksa penuntut utama, Gerville Luistro, dalam sidang menyatakan bahwa tiga dakwaan lain—termasuk penyalahgunaan dana rahasia, penyuapan, dan ancaman terhadap tokoh negara—telah dicabut atas pertimbangan substantif dan efisiensi prosedural. Ia menegaskan bahwa bukti yang telah diserahkan dalam tiga dakwaan tersebut tetap kuat dan layak menjadi dasar pencopotan jabatan, namun pemusatan pada satu isu dinilai lebih efektif untuk memastikan keputusan yang konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pihak pengacara Duterte menyatakan kekecewaan terhadap keputusan ini, menilai bahwa pencabutan dakwaan mengurangi ruang bagi terdakwa untuk membela diri secara menyeluruh. Mereka menekankan bahwa setiap dakwaan memiliki bobot hukum sendiri, dan penarikannya berarti kehilangan kesempatan untuk membantah secara spesifik setiap dugaan. Namun, aturan sidang tetap mengharuskan keputusan akhir dibuat oleh senator yang hadir, dengan syarat mendapatkan dukungan dua per tiga suara untuk menjatuhkan vonis bersalah.
Dengan kondisi ini, proses pemakzulan tetap berjalan meski berbagai dakwaan telah ditarik. Jika nantinya dinyatakan bersalah, Duterte berpotensi kehilangan hak untuk mencalonkan diri dalam pemilihan presiden 2028, yang menjadi fokus strategis dalam konteks politik nasional saat ini. Keputusan akhir akan menentukan nasib karier politiknya, sekaligus menunjukkan sejauh mana mekanisme hukum dapat berjalan meski dalam konteks ketegangan politik yang tinggi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tiga Tokoh Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Tiga tokoh dari berbagai latar belakang berhasil menyabet penghargaan dalam kategori Partisipasi Publik pada ajang Penghargaan Energi Subroto 2026 di Jakarta.
24 Oktober 2026

PLN Nusantara Power dan Eco Prima Jadi Pemenang Energi Subroto 2026
Dua perusahaan, PLN Nusantara Power dan Eco Prima Energi, meraih penghargaan Energi Subroto 2026 dalam kategori transformasi digital dan hilirisasi nilai tambah.
24 Oktober 2026

BRI Salurkan 270 Pompa Air Atasi Karhutla di Kalimantan Barat
BRI menyalurkan 270 unit mesin pompa air dan perlengkapan penunjang untuk dukung penanganan karhutla di Kalimantan Barat melalui program BRI Peduli.
24 Oktober 2026

Transmart Gelar Diskon Besar-Besaran Sehari Penuh
Transmart kembali menggelar Full Day Sale dengan potongan harga hingga 50 persen dan tambahan diskon 20 persen untuk pembayaran melalui layanan tertentu.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Gajian Jadi Waktu Tepat, Transmart Gelar Diskon Besar-besaran
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.06 WITA

Pupuk Indonesia Dorong Ketahanan Pangan Lewat Irigasi Berkelanjutan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.06 WITA

Veloz Hybrid Puncaki Penjualan Hybrid di Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

BYD Atto 1 Kuasai Pasar Mobil Listrik September 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

Sepeda Listrik Diskon 50% di Transmart, Mulai Rp3,68 Juta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

LCGC Mulai Tergerus, Industri Tawarkan Solusi Hybrid
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

Teknologi REEV Dorong Hemat BBM 65 Km Per Liter
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

