Sabtu, 3 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

10 Tanda Anak Bermasalah karena Sifat Narsistik

Orang tua perlu waspada terhadap perilaku berlebihan yang mengindikasikan narsisme pada anak, seperti dominasi percakapan dan kesulitan berempati.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 15.23 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
10 Tanda Anak Bermasalah karena Sifat Narsistik📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perilaku yang tampak biasa pada anak, seperti ingin dipuji atau merasa penting, bisa menjadi tanda awal sifat narsistik jika muncul secara konsisten dan mengganggu interaksi sosial. Ketika anak terus-menerus menempatkan dirinya sebagai pusat perhatian, mengabaikan pendapat orang lain, atau merasa tidak perlu tunduk pada aturan yang berlaku bagi orang lain, hal ini perlu dicermati lebih lanjut oleh orang tua.

Salah satu ciri utama adalah dominasi dalam percakapan, di mana anak sulit membiarkan orang lain berbicara dan cenderung menyempitkan pembicaraan hanya pada pengalaman pribadinya. Ia juga kerap menilai rendah kemampuan teman atau anggota keluarga demi menonjolkan diri, bahkan memperbesar pencapaian sendiri sambil mengurangi prestasi orang lain. Perilaku ini menunjukkan kurangnya kemampuan untuk memahami perasaan orang lain.

Anak yang menunjukkan sifat narsistik sering kali tidak mampu menahan emosi saat keinginannya tidak terpenuhi. Reaksi berlebihan seperti menangis, marah, atau menyalahkan orang lain saat menghadapi penolakan menandakan ketidakmampuan mengelola frustrasi. Selain itu, ia juga sangat sensitif terhadap kritik, bahkan kecil pun bisa membuatnya defensif, membela diri, atau menyalahkan pihak lain.

Keterbatasan dalam membangun hubungan yang sehat juga menjadi ciri khas. Anak seperti ini cenderung sulit mempertahankan pertemanan karena sikap mengontrol, merendahkan, atau kurang empati. Ia juga sering menyalahkan orang lain ketika melakukan kesalahan, menolak mengakui tanggung jawab, dan membutuhkan pujian terus-menerus untuk merasa valid.

Penting bagi orang tua untuk tidak langsung memberi label, tetapi memperhatikan frekuensi, intensitas, dan dampak dari perilaku tersebut terhadap lingkungan sosial anak. Perilaku narsistik bukan hanya soal keegoisan, melainkan tanda bahwa anak membutuhkan bimbingan emosional dan pendekatan konsistensi dalam pengasuhan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya