Sabtu, 3 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Tumit Pecah-Pecah: Penyebab dan Langkah Perawatan yang Efektif

Kondisi tumit pecah-pecah disebabkan oleh kekeringan, tekanan berulang, dan faktor usia, namun dapat dicegah dan diatasi dengan perawatan rutin serta gaya hidup yang tepat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 15.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 20x dibuka
Tumit Pecah-Pecah: Penyebab dan Langkah Perawatan yang Efektif📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Tumit yang retak atau pecah merupakan keluhan kulit yang sering dialami banyak orang, terutama saat musim kering atau setelah beraktivitas berulang. Kondisi ini muncul ketika kulit di area tumit kehilangan kelembapan, menyebabkan penipisan lapisan luar dan kehilangan elastisitas. Akibatnya, tekanan saat berdiri atau berjalan dapat menimbulkan retakan yang terasa nyeri bahkan berdarah jika tidak ditangani.

Faktor utama yang menyebabkan kondisi ini antara lain kulit yang terlalu kering, penggunaan alas kaki terbuka yang memperbesar paparan udara, serta waktu mandi yang terlalu lama dengan air panas. Selain itu, penuaan alami menyebabkan penurunan produksi minyak alami kulit, membuat area tumit lebih rentan mengalami kekeringan. Dalam beberapa kasus, retakan yang berulang bisa jadi tanda adanya gangguan medis seperti diabetes, psoriasis, atau infeksi jamur, sehingga perlu pemeriksaan lebih lanjut jika tidak membaik.

Perawatan efektif dimulai dari penggunaan pelembap secara rutin, terutama setelah mandi saat kulit masih lembap. Produk yang mengandung urea atau asam alfa hidroksi dapat membantu menghaluskan kulit tebal dan menjaga kelembapan. Malam hari, oleskan petroleum jelly dan gunakan kaus kaki untuk mengunci kelembapan. Penting juga untuk tidak menggosok atau mengikis kulit dengan alat keras, terutama jika sudah meradang atau berdarah, karena dapat memperparah cedera.

Pemilihan alas kaki juga berperan penting. Hindari sepatu terbuka atau yang menyebabkan gesekan berlebihan pada tumit. Pilih sepatu yang nyaman, sesuai ukuran, dan memberikan dukungan optimal. Batasi waktu mandi maksimal 10 menit dengan air hangat, lalu keringkan kaki secara lembut. Jika retakan semakin dalam, disertai nyeri hebat, berdarah, atau muncul tanda infeksi seperti bengkak atau nanah, segera konsultasikan ke dokter kulit.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya