Sabtu, 3 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BPOM Perkenalkan Jaringan Regulasi Kosmetik Global

BPOM memperkenalkan Global Cosmetic Regulatory Network untuk mendorong kolaborasi global dalam pengawasan kosmetik berbasis bukti ilmiah dan inovasi berkelanjutan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
BPOM Perkenalkan Jaringan Regulasi Kosmetik Global📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara resmi meluncurkan inisiatif Global Cosmetic Regulatory Network (GCRN) dalam rangkaian The Initiation of Global Cosmetic Regulatory Network (IGCRN) di BSD City, Tangerang, pada 2–3 Oktober 2026. Tujuan utama jaringan ini adalah memperkuat komunikasi antarotoritas pengawas kosmetik di tingkat global, memfasilitasi pertukaran pengalaman, serta mempercepat harmonisasi pendekatan regulasi berbasis ilmu pengetahuan. Dengan pesatnya perkembangan teknologi dan transformasi digital dalam industri kosmetik, tantangan terhadap keamanan produk dan kepatuhan regulasi kini melintasi batas negara secara cepat dan kompleks.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa tidak seorang pun regulator dapat menghadapi tantangan ini secara individual. Meski memiliki struktur hukum dan prioritas yang berbeda, negara-negara memiliki tantangan serupa dalam menghadapi risiko produk kosmetik yang beredar lintas batas. “Kita bisa saling belajar, memperkuat kapasitas, dan merancang solusi bersama yang didukung data ilmiah,” tegasnya. GCRN dirancang bukan untuk menghapus kekhasan regulasi masing-masing negara, melainkan sebagai jembatan komunikasi untuk mempercepat respons terhadap isu global dan memperkuat perlindungan konsumen.

Dalam sesi IGCRN, Indonesia diwakili oleh Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik, Mohamad Kashuri, yang memaparkan kerangka regulasi kosmetik nasional. Diskusi mencakup perkembangan regulasi di Eropa, Korea Selatan, dan Swiss, serta tren inovasi bahan, teknologi penghantaran, digitalisasi pasar, dan implementasi sertifikasi halal. Perkembangan tersebut menunjukkan keterkaitan erat antara inovasi sains, kepatuhan regulasi, dan kebutuhan pasar global.

BPOM juga memperkenalkan platform BRIDGE (Synergizing in Innovative Research with Global Competitiveness and Market Expansion) sebagai pendukung utama kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah. Platform ini dirancang untuk menghubungkan hasil riset dengan dunia usaha, memastikan penelitian dapat diubah menjadi produk komersial yang memenuhi standar global. Dengan modal pasar domestik yang besar, kreativitas pelaku usaha, serta kekayaan biodiversitas, Indonesia memiliki potensi besar untuk menghasilkan produk kosmetik bernilai tambah tinggi secara global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya