Sabtu, 3 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Mutasi Pejabat Utama Polri Dilakukan Jenderal Suyudi

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto resmi melakukan mutasi 14 pejabat utama Mabes Polri untuk memperkuat tata kelola dan dinamika organisasi kepolisian.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 15.28 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 26x dibuka
Mutasi Pejabat Utama Polri Dilakukan Jenderal Suyudi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto telah menetapkan perubahan struktur kepemimpinan di jajaran pejabat utama Mabes Polri melalui telegram mutasi. Langkah ini dilakukan sehari setelah dirinya mengambil alih kepemimpinan dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menandai awal transformasi organisasi di bawah kepemimpinan baru. Dalam mutasi tersebut, sejumlah jabatan strategis di lingkungan Mabes Polri mengalami pergantian, terutama posisi perwira tinggi bintang tiga yang menjabat sebagai kepala divisi dan badan utama.

Sebanyak 14 personel terpilih mendapatkan penugasan baru, mencakup jabatan kunci seperti Inspektur Pengawasan Umum, Kepala Badan Intelijen dan Keamanan, Kepala Badan Reserse dan Kriminal, hingga Kepala Densus 88 Antiteror. Di antaranya, Irjen Dedy Kusuma Bakti menempati posisi baru sebagai Kepala Badan Intelijen dan Keamanan, sementara Irjen Asep Safrudin dilantik sebagai Kepala Badan Reserse dan Kriminal. Selain itu, Brigjen Tubagus Ami Prindani resmi menjabat sebagai Kepala Densus 88, menggantikan pejabat sebelumnya.

Mutasi ini, menurut Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir selaku Kadiv Humas Polri, merupakan bagian dari proses penyegaran dan pembinaan karier internal. "Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri yang dilakukan sesuai kebutuhan strategis sekaligus untuk memastikan kesinambungan tugas dan pengembangan personel," ujar Johnny dalam keterangan resmi. Ia menekankan bahwa perubahan ini bukan sekadar pergantian, melainkan upaya menjaga efektivitas pelaksanaan tugas di lapangan.

Para pejabat yang dipindahkan diharapkan mampu beradaptasi cepat dan melanjutkan program kerja yang telah berjalan secara optimal. "Setiap personel yang mendapat amanah baru harus mampu menjalankan tugas dengan profesionalisme tinggi, melanjutkan kinerja yang sudah ada, dan memberikan pelayanan kepolisian yang lebih baik kepada masyarakat," tambah Johnny. Perubahan ini menandai komitmen Polri dalam memastikan kinerja institusi tetap dinamis dan responsif terhadap tantangan keamanan nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya