12,7 Juta Hektare Lahan Rusak Dibuka untuk Sawit Biodiesel
Pemerintah mengusulkan pemanfaatan 12,7 juta hektare lahan kritis yang terdegradasi untuk perkebunan sawit guna mendukung program biodiesel nasional, memicu kekhawatiran atas potensi eksploitasi dan degradasi ekosistem.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 21.00 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 117x dibuka
📷 BBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Utusan Khusus Presiden bidang Iklim dan Energi mengungkap rencana pemanfaatan lahan kritis seluas 12,7 juta hektare sebagai area perkebunan sawit guna mendukung target swasembada energi melalui program biodiesel B50 dan B100. Pernyataan ini disampaikan dalam forum bisnis nasional di Jakarta, menekankan bahwa lahan yang dimaksud adalah hutan yang telah rusak, bukan hutan primer, serta berpotensi menjadi sumber energi terbarukan yang berkelanjutan.
Namun, kebijakan ini menuai kritik dari berbagai pihak karena kurangnya transparansi terkait lokasi, status hukum, dan kondisi ekologis lahan yang dimaksud. Para pakar lingkungan menekankan bahwa kategori "lahan rusak" tidak otomatis berarti bebas fungsi ekologis, terutama di ekosistem gambut yang tetap menyimpan cadangan karbon tinggi meski terdegradasi. Mereka meminta klarifikasi mendalam mengenai peta sebaran dan mekanisme pengelolaan lahan tersebut.
Sejumlah peneliti menyampaikan kekhawatiran bahwa wacana ini bisa memicu praktik konversi hutan yang masih produktif, dengan alasan "terdegradasi", serta memperparah tren kebakaran hutan dan lahan yang sering kali dilatarbelakangi oleh aksi manusia untuk membuka lahan baru. Data dari lembaga riset menunjukkan bahwa lebih dari separuh area yang terbakar dalam dua dekade terakhir berubah menjadi perkebunan sawit, menimbulkan kecurigaan bahwa kebijakan energi bisa justru mempercepat kerusakan alam.
Sebelumnya, isu 12,7 juta hektare lahan kritis juga disinggung dalam konteks reboisasi oleh tokoh yang sama, yang menegaskan komitmen Presiden Prabowo untuk memulihkan kawasan hutan yang gundul akibat bencana kebakaran besar pada era 1980-an dan 1990-an. Namun, pergeseran dari reboisasi ke penggunaan lahan untuk sawit menimbulkan pertanyaan mengenai konsistensi kebijakan lingkungan dan tujuan jangka panjang.
Sampai saat ini, pihak terkait tidak memberikan respons resmi terkait detail teknis, mekanisme pengelolaan, atau data spesifik lokasi lahan yang dimaksud. Tanpa transparansi, wacana tersebut tetap menjadi bahan spekulasi dan kekhawatiran publik atas potensi eksploitasi sumber daya alam yang berpotensi mengorbankan konservasi ekosistem demi kepentingan energi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dorong transformasi madrasah menuju lingkungan belajar inklusif, aman secara digital, dan berkeadilan melalui kolaborasi semua pihak.
24 Oktober 2026
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Kontingen Sulawesi Utara keluar sebagai juara umum Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi ke-60 Seri 2 tahun 2026, mengamankan Piala Presiden dalam perhelatan nasional.
24 Oktober 2026

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Studi menunjukkan bahwa kebahagiaan dapat dibangun melalui gaya hidup sehat, interaksi sosial, dan tujuan jangka panjang.
24 Oktober 2026

Pupuk Indonesia Dorong Ketahanan Pangan Lewat Irigasi Berkelanjutan
Pupuk Indonesia bersama Rabu Biru Foundation resmikan sistem irigasi di lima daerah, termasuk Gunungkidul, untuk tingkatkan produktivitas pertanian di lahan tadah hujan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

Honda Bikers Day 2026 Tancapkan Semangat Kebangkitan di Ambarawa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.10 WITA

