25 Tahun Demokrat: Politik Harus Berpijak pada Suara Rakyat
Wakil Ketua MPR RI Ibas tegaskan demokrasi harus benar-benar mendengarkan rakyat dalam setiap kebijakan dan proses politik.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 21.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Dalam peringatan 25 tahun berdirinya Partai Demokrat, Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas menekankan bahwa inti dari sistem demokrasi bukan sekadar prosedur, melainkan keterlibatan aktif dan responsif terhadap suara rakyat. Ibas menyampaikan pandangan tersebut dalam sarasehan yang digelar di kantor pusat partai, dengan menghadirkan tokoh-tokoh nasional dan akademisi dari berbagai disiplin ilmu.
Acara yang dibuka oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ini menjadi ruang refleksi penting atas perjalanan partai selama dua dasawarsa lebih. Di antara pembicara utama, mantan Wakil Presiden Boediono menjadi narasumber kunci, membahas dinamika politik dan stabilitas nasional. Sementara itu, narasumber lain seperti Hikmahanto Juwana, Hermanto Siregar, Yenny Wahid, Siti Zuhro, dan Greg Barton mengupas isu-isu strategis mulai dari ekonomi, geopolitik, hingga reformasi demokrasi.
Ibas menyoroti pentingnya pola komunikasi yang seimbang antara lembaga legislatif dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa para anggota parlemen sering kali diharapkan lebih banyak mendengar ketimbang berbicara, mengingat masyarakat cenderung menganggap politisi yang terlalu banyak bicara sebagai tidak peka. “Karena kalau politisi banyak bicara, katanya omon-omon,” ujar Ibas, menekankan perlunya ruang dialog yang terbuka dan inklusif.
Dalam perspektifnya, tantangan bangsa saat ini bersifat kompleks dan saling terkait—dari isu lingkungan hingga stabilitas internasional, ekonomi, dan kesejahteraan rakyat. Menurut Ibas, pemecahan masalah tidak bisa dilakukan dari satu sudut pandang saja. Oleh karena itu, demokrasi yang sejati harus mampu mengintegrasikan berbagai perspektif, termasuk yang berasal dari akademisi, tokoh masyarakat, dan para praktisi di lapangan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Guru PPPK Paruh Waktu Akan Diangkat Jadi PNS Tahun Depan
Pemerintah menargetkan pengangkatan guru PPPK paruh waktu menjadi pegawai negeri sipil pada 2025, meningkatkan stabilitas karier dan kualitas pendidikan di daerah terpencil.
14 September 2026
Kacamata AI Berfitur Interaktif Memicu Kekhawatiran Privasi
Perangkat kacamata berbasis kecerdasan buatan yang mampu merekam, menelpon, dan berinteraksi secara real-time memicu kekhawatiran publik soal privasi dan etika penggunaan teknologi.
13 September 2026

10 Ruas Tol Indonesia dengan Pemandangan Alam Memukau
Sejumlah ruas tol di berbagai wilayah Indonesia menawarkan pemandangan alam yang memukau, dari perbukitan hijau hingga laut lepas, sekaligus mendukung efisiensi perjalanan.
12 September 2026

Pertamina UMK Academy 2026 Mulai Tahap Regional dengan 1.500 Peserta Terpilih
Program pembinaan UMK dari Pertamina resmi dimulai tahap regional dengan melibatkan lebih dari 1.500 pelaku usaha mikro dan kecil dari seluruh Indonesia.
12 September 2026
Berita Lainnya

Hak Penumpang Saat Penerbangan Dibatalkan atau Terlambat
Senin, 14 September 2026, 15.46 WITA

BAIC Perluas Jaringan Dealer di Jakarta dan Wilayah Lain
Senin, 14 September 2026, 15.46 WITA

Sistem Ganjil-Genap BBM Subsidi Diberlakukan di Sulsel
Senin, 14 September 2026, 15.45 WITA

Penjualan Motor Nasional Turun Agustus, Industri Tetap Optimistis
Senin, 14 September 2026, 15.45 WITA

Motor dengan Tangki BBM Besar untuk Perjalanan Jauh
Senin, 14 September 2026, 15.45 WITA

Platform Digital yang Melanggar PP Tunas Siap Denda hingga Diblokir
Senin, 14 September 2026, 15.37 WITA

Asing Jual Bersih Rp664 Miliar, Tekanan Jatuhkan IHSG
Senin, 14 September 2026, 15.37 WITA

Purbaya Dorong Optimalisasi Dana Daerah, Jangan Hanya Simpan di Bank
Senin, 14 September 2026, 15.37 WITA


