51 Macan Tutul Jawa Ditemukan di Gunung Halimun Salak
Survei terbaru menemukan 51 individu macan tutul Jawa di Taman Nasional Gunung Halimun Salak, menegaskan pentingnya konservasi berkelanjutan.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 23.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pemantauan intensif di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak mengungkap keberadaan 51 macan tutul Jawa, spesies langka yang hanya ditemukan di Pulau Jawa. Temuan ini merupakan hasil dari Java-Wide Leopard Survey (JWLS) yang berlangsung dari Januari 2024 hingga Juni 2026, menandai keberhasilan upaya konservasi dalam menjaga populasi predator kunci di tengah tekanan ekosistem yang terus meningkat. Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya merupakan anakan, menunjukkan adanya proses reproduksi alami yang masih berlangsung di habitat alami.
Sebanyak 240 kamera pengintai (camera trap) dipasang di 120 petak survei, dengan 113 stasiun berhasil merekam aktivitas macan tutul. Data menunjukkan 23 individu jantan, 24 betina, dan empat lainnya belum dapat dipastikan jenis kelaminnya. Selain macan tutul, kamera juga menangkap gambar satwa lain seperti lutung Jawa, surili, elang Jawa, kucing kuwuk, dan landak Jawa, mencerminkan keanekaragaman hayati yang masih hidup di kawasan tersebut. Lokasi dengan kondisi hutan yang terjaga cenderung lebih sering menjadi tempat munculnya satwa, menekankan pentingnya perlindungan habitat utama.
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Didid Sulastiyo, menegaskan bahwa tujuan utama bukan sekadar mencatat keberadaan satwa, melainkan memastikan kawasan tetap menjadi rumah yang layak untuk generasi mendatang. Ia menekankan perlunya menjaga konektivitas antarhabitat, terutama antara Gunung Salak dan Gunung Halimun, melalui pemulihan ekosistem dan pembangunan green corridor. Upaya ini dilakukan secara kolaboratif dengan berbagai pihak, termasuk operator energi panas bumi yang beroperasi di kawasan tersebut.
Pengelolaan kawasan juga menghadapi tantangan dari perambahan, perburuan, pembalakan liar, dan aktivitas kendaraan yang mengganggu keseimbangan ekosistem. Meski ada keberhasilan dalam konservasi, keberlangsungan spesies bergantung pada kualitas habitat, ketersediaan mangsa, serta pengelolaan tekanan manusia secara berkelanjutan. Data survei akan digunakan dalam analisis viabilitas populasi (PVA) dan menjadi dasar penyusunan strategi konservasi baru untuk macan tutul Jawa.
Temuan ini menjadi pengingat bahwa wisata alam bukan sekadar pengalaman bagi manusia, tetapi juga tempat hidup bagi spesies yang tidak selalu terlihat. Kehadiran macan tutul Jawa, meski hanya terdeteksi lewat kamera, menunjukkan bahwa kehidupan liar tetap eksis di tengah aktivitas manusia. Upaya perlindungan harus berjalan seiring dengan pengelolaan kawasan yang berkelanjutan, agar hutan yang hijau dan sejuk tetap menjadi rumah bagi semua makhluk hidup.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PMI Manufaktur RI Masih di Zona Kontraksi
Aktivitas industri manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Agustus 2026, tercatat di level 49,8, menunjukkan penurunan aktivitas produksi.
9 September 2026

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026
Berita Lainnya

Anak Rentan Iritasi Paru Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.47 WITA

Wisata Bromo Tetap Beroperasi, Syuting Dibekukan Sementara
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Langkah Alami Atasi Tenggorokan Gatal Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Makanan Alami Bantu Atasi Lendir di Tenggorokan Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Motor Agustus 2026 Turun Signifikan
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Mobil Nasional Agustus 2026 Tumbuh, Toyota Puncaki Peringkat
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Harga Apple Naik Akibat Kelangkaan Chip, Penjualan Tetap Stabil
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Penjualan Mobil Capai Rekor Tertinggi, BYD Masuk Lima Besar
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA


