Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Eks Ketua DPR Filipina Ditangkap Terkait Skandal Korupsi Rp2,1 Triliun

Mantan Ketua DPR Filipina, sepupu presiden, ditangkap karena dugaan korupsi proyek infrastruktur senilai 7,44 miliar peso (Rp2,1 triliun) selama periode 2022–2025.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 11.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Eks Ketua DPR Filipina Ditangkap Terkait Skandal Korupsi Rp2,1 Triliun
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Filipina, Ferdinand Martin Gomez Romualdez, resmi ditahan setelah menjalani perawatan medis di sebuah rumah sakit di Metro Manila. Penangkapan dilakukan setelah dokter menyatakan kondisinya stabil untuk dipindahkan ke fasilitas penjara. Ia sebelumnya dirawat akibat gangguan kardiovaskular dan tekanan darah tidak terkendali, namun proses hukum tetap berjalan tanpa menunggu pemulihan total.

Kasus yang menjerat Romualdez melibatkan dugaan penyelewengan dana negara dari proyek pengendalian banjir, pembangunan infrastruktur, dan program pemerintah lainnya yang didanai melalui anggaran nasional periode 2022 hingga 2025. Ombudsman Filipina telah mengajukan dakwaan kasus penjarahan dana negara terhadapnya dan tiga orang lainnya, dengan total kerugian keuangan negara mencapai 7,44 miliar peso atau setara Rp2,1 triliun.

Berdasarkan penyelidikan, Romualdez diduga menerima aliran dana sebesar 56 hingga 57 miliar peso selama tiga tahun terakhir, yang kemudian diubah menjadi aset nyata seperti rumah mewah dan saham tanpa dilaporkan dalam Laporan Harta Kekayaan (SALN). Asisten Ombudsman, Mico Clavano, menyatakan bahwa karena jumlah uang yang diterima terlalu besar, Romualdez memilih mengubah bentuk kekayaan agar tidak terlalu mencolok. “Ia harus mengubah uang tunai menjadi aset nyata karena tidak bisa lagi disembunyikan,” ujar Clavano dalam pernyataan terkait penyelidikan.

Investigasi menemukan 15 kali penyerahan dana kepada orang-orang kepercayaan Romualdez antara September 2022 dan 2025, dengan rata-rata penerimaan bulanan mencapai 2 miliar peso. Sebagian besar dana digunakan untuk mendirikan perusahaan fiktif sebagai sarana transfer, serta pertukaran mata uang asing melalui lembaga penukaran resmi. Ombudsman menyatakan memiliki 42 saksi, termasuk 28 saksi baru dan 14 mantan pengawal, yang mendukung dakwaan terhadap mantan politisi tersebut.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya