Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

67% Pengangguran Nasional dari Pemuda, Vokasi Jadi Solusi Strategis

Pemerintah percepat pelatihan vokasi untuk menangani dominasi pengangguran muda, dengan target 340.000 peserta hingga 2026, sejalan dengan arus investasi dan transformasi ekonomi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 13.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
67% Pengangguran Nasional dari Pemuda, Vokasi Jadi Solusi Strategis📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian tengah mempercepat implementasi program pelatihan vokasi nasional sebagai respons terhadap tren pengangguran yang masih didominasi kalangan muda. Data terbaru menunjukkan bahwa sekitar 67% dari total pengangguran di Tanah Air berasal dari usia produktif, mencapai sekitar 4,8 juta orang. Angka ini menjadi dasar utama bagi pemerintah untuk memperkuat kesiapan tenaga kerja melalui pelatihan kompetensi yang selaras dengan kebutuhan industri.

Program ini disiapkan sebagai bagian dari stimulus ekonomi semester kedua tahun 2026, dengan fokus pada sektor strategis seperti manufaktur, jasa, ekonomi digital, dan transisi ke ekonomi hijau. Peningkatan investasi hingga Rp1.010,6 triliun pada semester I-2026, yang tumbuh 7,2% dari tahun sebelumnya, telah menciptakan sekitar 1,4 juta lapangan kerja baru. Namun, pemerintah menekankan pentingnya kesiapan SDM agar tidak terjadi ketidaksesuaian antara keterampilan dan permintaan pasar.

Di tengah transformasi ekonomi, sektor energi terbarukan menjadi salah satu pemicu lahirnya profesi baru. Kebutuhan akan tenaga kerja di bidang instalasi panel surya, pemeliharaan turbin angin, hingga pengelolaan pertanian berbasis teknologi modern terus meningkat. Pemerintah menargetkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) mencapai 100 gigawatt, melebihi kapasitas listrik nasional saat ini yang sekitar 88 gigawatt. Sementara itu, kapasitas produksi panel surya dalam negeri telah mendekati 11 gigawatt, membuka peluang besar bagi tenaga kerja terampil.

Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 menargetkan total 340.000 peserta, termasuk 70.000 dari anggaran APBN reguler dan 270.000 dari dana stimulus ekonomi. Hingga Agustus 2026, sudah 89.337 peserta terlibat, dengan Batch IV mencatat 12.128 peserta yang dilatih secara serentak. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah dan dunia usaha untuk memaksimalkan kapasitas pelatihan dan memastikan lulusan dapat terserap di pasar kerja.

Untuk menjaga relevansi, pelatihan harus dirancang secara adaptif agar mampu mengikuti dinamika teknologi dan perubahan struktur pekerjaan. Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan institusi pendidikan menjadi kunci agar program upskilling dan reskilling tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga memastikan output pelatihan langsung sesuai dengan kebutuhan dunia usaha. Dengan pendekatan ini, program vokasi diharapkan menjadi solusi utama dalam menekan pengangguran muda dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya