Abu Vulkanik Bisa Rusak Mobil, Ini Cara Bersihkan yang Benar
Abaikan keberadaan abu vulkanik di bodi mobil bisa merusak cat dan komponen secara permanen karena mengandung silika tajam dan sulfur korosif.
Redaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 19.37 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak Jumat malam telah menyebabkan abu vulkanik menyebar hingga wilayah Jabodetabek, menempel pada bodi kendaraan warga. Ahli otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, memperingatkan bahwa penanganan abu ini secara sembarangan dapat menyebabkan kerusakan permanen pada kendaraan. Ia menekankan bahwa abu vulkanik bukan sekadar debu biasa, melainkan mengandung partikel keras seperti silika dan senyawa belerang yang berpotensi merusak lapisan pelindung mobil jika dibiarkan lama.
Silika, yang merupakan bentuk kristal dari silikon dioksida, memiliki kekerasan jauh lebih tinggi dibandingkan clear coat dan cat mobil. Ketika abu yang mengandung silika terkena gesekan, bahkan dalam kondisi kering, bisa langsung menyebabkan goresan halus hingga baret permanen. Sementara itu, sulfur dalam abu vulkanik akan bereaksi dengan air, membentuk larutan asam yang bersifat korosif terhadap cat, karet, dan logam. Jika abu dikeringkan setelah terkena embun atau hujan gerimis, kondisi ini justru mempercepat proses degradasi material kendaraan.
Untuk mencegah kerusakan, Yannes menyarankan pemilik mobil yang belum terpapar agar memarkirkan kendaraan di tempat tertutup. Penggunaan car cover diperbolehkan, namun hanya setelah permukaan mobil dibersihkan terlebih dahulu. Menggunakan kain untuk menutup mobil yang sudah berdebu abu justru meningkatkan risiko goresan akibat gesekan antara kain dan partikel vulkanik yang tajam.
Bagi mobil yang sudah terkena abu, langkah pertama bukan mengelap dengan kain. Yannes menekankan pentingnya membilas kendaraan secara menyeluruh dengan air mengalir dalam volume besar, dimulai dari bagian atas ke bawah. Wiper harus dilepas sebelum pembilasan dan tidak boleh diaktifkan saat kaca masih kering. Setelah abu terangkat, mobil bisa dicuci dengan sampo khusus, dibilas kembali, lalu dikeringkan dengan kain mikrofiber. Karet wiper juga harus dibersihkan saat dalam kondisi basah sebelum digunakan kembali.
Yang paling penting, hindari membasahi abu dalam jumlah sedikit lalu membiarkannya mengering. Air yang cukup untuk membilas seluruh partikel justru merupakan metode paling aman dan efektif. Dengan penanganan yang tepat, risiko kerusakan akibat abu vulkanik dapat diminimalkan secara signifikan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang menutupi kaca mobil berpotensi menyebabkan baret jika wiper digunakan secara salah, sebagaimana dijelaskan pakar otomotif ITB.
8 September 2026

Agustus 2026 Catat Rekor Penjualan Mobil Baru
Penjualan mobil baru di Indonesia mencapai rekor tertinggi sepanjang 2026, didorong lonjakan penjualan ritel dan momentum GIIAS yang sukses menarik minat konsumen.
8 September 2026

Penjualan Mobil Agustus 2026 Tembus Rekor 83 Ribu Unit
Penjualan mobil ritel di Agustus 2026 mencatat rekor tertinggi sepanjang tahun, melampaui angka 80 ribu unit, didorong oleh momentum GIIAS 2026 dan pertumbuhan tahunan signifikan.
8 September 2026

Pemerintah Siap Bangun Pabrik Motor Listrik Nasional
Pemerintah RI menegaskan komitmen membangun pabrik motor listrik sendiri melalui program MOLINAS demi percepatan industri hijau dan kemandirian teknologi nasional.
8 September 2026
Berita Lainnya

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


