Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Abu Vulkanik Bisa Rusak Mobil, Ini Cara Bersihkan yang Benar

Abaikan keberadaan abu vulkanik di bodi mobil bisa merusak cat dan komponen secara permanen karena mengandung silika tajam dan sulfur korosif.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 19.37 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Abu Vulkanik Bisa Rusak Mobil, Ini Cara Bersihkan yang Benar
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak Jumat malam telah menyebabkan abu vulkanik menyebar hingga wilayah Jabodetabek, menempel pada bodi kendaraan warga. Ahli otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, memperingatkan bahwa penanganan abu ini secara sembarangan dapat menyebabkan kerusakan permanen pada kendaraan. Ia menekankan bahwa abu vulkanik bukan sekadar debu biasa, melainkan mengandung partikel keras seperti silika dan senyawa belerang yang berpotensi merusak lapisan pelindung mobil jika dibiarkan lama.

Silika, yang merupakan bentuk kristal dari silikon dioksida, memiliki kekerasan jauh lebih tinggi dibandingkan clear coat dan cat mobil. Ketika abu yang mengandung silika terkena gesekan, bahkan dalam kondisi kering, bisa langsung menyebabkan goresan halus hingga baret permanen. Sementara itu, sulfur dalam abu vulkanik akan bereaksi dengan air, membentuk larutan asam yang bersifat korosif terhadap cat, karet, dan logam. Jika abu dikeringkan setelah terkena embun atau hujan gerimis, kondisi ini justru mempercepat proses degradasi material kendaraan.

Untuk mencegah kerusakan, Yannes menyarankan pemilik mobil yang belum terpapar agar memarkirkan kendaraan di tempat tertutup. Penggunaan car cover diperbolehkan, namun hanya setelah permukaan mobil dibersihkan terlebih dahulu. Menggunakan kain untuk menutup mobil yang sudah berdebu abu justru meningkatkan risiko goresan akibat gesekan antara kain dan partikel vulkanik yang tajam.

Bagi mobil yang sudah terkena abu, langkah pertama bukan mengelap dengan kain. Yannes menekankan pentingnya membilas kendaraan secara menyeluruh dengan air mengalir dalam volume besar, dimulai dari bagian atas ke bawah. Wiper harus dilepas sebelum pembilasan dan tidak boleh diaktifkan saat kaca masih kering. Setelah abu terangkat, mobil bisa dicuci dengan sampo khusus, dibilas kembali, lalu dikeringkan dengan kain mikrofiber. Karet wiper juga harus dibersihkan saat dalam kondisi basah sebelum digunakan kembali.

Yang paling penting, hindari membasahi abu dalam jumlah sedikit lalu membiarkannya mengering. Air yang cukup untuk membilas seluruh partikel justru merupakan metode paling aman dan efektif. Dengan penanganan yang tepat, risiko kerusakan akibat abu vulkanik dapat diminimalkan secara signifikan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya