ADB Dorong Modernisasi Keuangan RI dengan Dana Rp11,66 Triliun
Asian Development Bank berikan dukungan finansial Rp11,66 triliun untuk memperdalam pasar keuangan Indonesia melalui program pendalaman pasar modal dan digitalisasi sistem keuangan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 12.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - ADB secara resmi menyetujui pendanaan senilai US$650 juta atau setara Rp11,66 triliun untuk subprogram pertama Program Pendalaman Pasar Keuangan, sebagai bagian dari upaya jangka panjang memperkuat ekosistem keuangan Indonesia. Dana ini akan digunakan untuk memperluas akses pembiayaan, mendorong inovasi digital, serta membangun fondasi yang mendukung pembiayaan berkelanjutan dan transisi ekonomi hijau.
Program ini difokuskan pada tiga pilar utama: peningkatan efisiensi pasar keuangan, pengembangan layanan keuangan digital yang aman dan inklusif, serta penguatan alat pembiayaan untuk proyek ramah lingkungan. Melalui dukungan ini, diharapkan likuiditas pasar meningkat, transparansi sistem terjaga, dan partisipasi investor dapat diperluas melalui pendukung seperti pinjaman sekuritas dan pengembangan pasar obligasi.
Di sektor digital, ADB menekankan pentingnya regulasi aset digital yang lebih kuat, standar keamanan siber yang lebih tinggi, serta perlindungan konsumen yang lebih efektif. Langkah-langkah ini dirancang untuk membangun kepercayaan publik terhadap layanan keuangan digital, sehingga masyarakat lebih terdorong untuk menabung, berinvestasi, dan memanfaatkan teknologi dalam mengelola keuangan pribadi.
Secara strategis, program ini juga bertujuan memperluas penerapan taksonomi keuangan berkelanjutan, mendorong penyaluran kredit hijau, serta mengurangi hambatan dalam penerbitan instrumen pembiayaan berkelanjutan. Dengan kondisi pasar saham Indonesia yang mencapai 66,4% dari PDB pada 2025, potensi pengembangan pasar modal dinilai masih sangat besar, terutama jika dukungan kebijakan dan infrastruktur terus diperkuat.
ADB menilai bahwa perkuatan sistem keuangan tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada pendanaan perbankan konvensional. Dengan pendekatan terintegrasi ini, Indonesia diharapkan mampu menarik investasi lebih besar, memperluas inklusi keuangan, serta menciptakan fondasi keuangan yang lebih tahan terhadap tekanan eksternal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Suhu Naik, Pendapatan UMKM Menurun Drastis
Studi menunjukkan kenaikan suhu global menyebabkan penurunan pendapatan UMKM hingga 14 persen akibat menurunnya produktivitas pekerja.
2 Oktober 2026

Inflasi September 2026 Capai 3,28%, Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi
Inflasi September 2026 mencapai 3,28%, masih dalam batas target pemerintah, dengan pemerintah dan Bank Indonesia perkuat koordinasi untuk kendalikan tekanan harga.
2 Oktober 2026

Target Pajak 2027 Dijaga Lewat Disiplin Eksekusi
Kepatuhan dan konsistensi pelaksanaan strategi menjadi fondasi utama pencapaian target penerimaan pajak Rp2.593 triliun pada 2027.
2 Oktober 2026

5.581 Perusahaan Mulai Daftarkan Diri sebagai WP GloBE
Sebanyak 5.581 perusahaan multinasional di Indonesia telah mendaftarkan diri sebagai wajib pajak GloBE hingga akhir September 2026, sesuai aturan pajak minimum global 15%.
2 Oktober 2026
Berita Lainnya

Data Center Jatiluhur Dihentikan Sementara, Kajian Lingkungan Jadi Fokus
Jumat, 2 Oktober 2026, 12.06 WITA

LEGO PlayStation 1 Rilis dengan 1.911 Keping, Rayakan Era Legendaris
Jumat, 2 Oktober 2026, 12.06 WITA

Qualcomm Soroti Keterbatasan Memori Global, Bukan Chip
Jumat, 2 Oktober 2026, 12.06 WITA

13 Wilayah Diprediksi Alami Hujan Lebat Hari Ini
Jumat, 2 Oktober 2026, 12.06 WITA

Cara Mengembalikan Akses Akun Google dan Gmail
Jumat, 2 Oktober 2026, 12.05 WITA

Super El Nino Ancam Kemarau Lebih Panjang di Indonesia
Jumat, 2 Oktober 2026, 12.05 WITA

Robot Humanoid Digit 5 Siap Kerja 20 Jam Nonstop
Jumat, 2 Oktober 2026, 12.05 WITA

Serangan Drone Houthi Timpa Pembangkit Listrik Madinah
Jumat, 2 Oktober 2026, 12.05 WITA

