Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

ADB Dorong Reformasi Pasar Keuangan RI dengan Dana US$650 Juta

Asian Development Bank setujui pendanaan US$650 juta untuk memperdalam pasar keuangan Indonesia melalui tiga pilar utama: efisiensi pasar, digitalisasi layanan, dan pembiayaan berkelanjutan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 62x dibuka
ADB Dorong Reformasi Pasar Keuangan RI dengan Dana US$650 Juta📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Asian Development Bank (ADB) secara resmi menyetujui pendanaan tahap pertama dalam Program Pendalaman Pasar Keuangan Indonesia senilai US$650 juta. Dana ini akan digunakan untuk memperkuat struktur dan fungsi pasar modal nasional, mempercepat transformasi digital sektor keuangan, serta menciptakan ekosistem yang mendukung investasi hijau dan transisi energi. Pendanaan ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang ADB terhadap stabilitas dan inklusivitas sistem keuangan di kawasan Asia Tenggara.

Program ini berfokus pada tiga area strategis: peningkatan likuiditas pasar melalui dukungan sistem peminjaman efek dan penyediaan likuiditas, pengembangan pasar obligasi yang lebih efisien, serta penguatan kerangka regulasi aset digital dan perlindungan konsumen. Di sisi digital, penguatan standar keamanan siber dan arsitektur keuangan digital akan diperkuat untuk memastikan layanan yang aman dan inklusif bagi masyarakat.

Pada bidang pembiayaan berkelanjutan, program akan memperluas penerapan taksonomi keuangan ramah lingkungan, mempercepat penerbitan instrumen hijau, serta mengurangi hambatan bagi pelaku usaha dalam mengakses pembiayaan transisi. Tujuan utamanya adalah mendorong alih modal dari sektor tradisional ke proyek-proyek yang berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan dan ketahanan ekonomi jangka panjang.

Direktur ADB untuk Indonesia, Bobur Alimov, menegaskan bahwa akses ke layanan keuangan yang aman dan terjangkau merupakan kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif. Ia menyebut program ini akan memperkuat kapasitas sistem keuangan nasional agar mampu menopang investasi swasta, menciptakan lapangan kerja, dan mendukung tujuan nasional seperti Visi Indonesia Emas 2045 serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025–2029.

Pada 2025, kapitalisasi pasar saham Indonesia mencapai 66,4% dari PDB, menunjukkan potensi besar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. Dengan dukungan ADB, Indonesia berharap dapat meningkatkan partisipasi investor, memperluas akses ke pasar modal, serta mengurangi ketergantungan berlebihan pada pembiayaan perbankan tradisional. Program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif sebelumnya seperti Financial Market Development and Inclusion Program dan Promoting Innovative Financial Inclusion Program, yang menegaskan peran ADB sebagai mitra strategis dalam pengembangan ekonomi berkelanjutan di kawasan ASEAN.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya