Jumat, 9 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Adhi Karya Lepas Saham JMJ Rp1,76 T ke SMI Jelang Merger

Adhi Karya melepas 47,18% saham di PT Jasamarga Jogja Solo senilai Rp1,76 triliun kepada SMI untuk memperkuat posisi keuangan menjelang merger dengan PP.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 17.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Adhi Karya Lepas Saham JMJ Rp1,76 T ke SMI Jelang Merger📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Adhi Karya (Persero) Tbk. menyelesaikan proses penjualan seluruh kepemilikan sahamnya di PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI sebesar Rp1,76 triliun. Transaksi ini mencakup 1.714.808 saham, setara dengan 47,18% dari total modal JMJ, dan telah ditandatangani dalam perjanjian jual beli bersyarat pada 30 September 2026. Meski perjanjian telah dilakukan, pengalihan kepemilikan belum berlaku efektif hingga semua syarat, termasuk persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), terpenuhi. Penyelesaian diperkirakan rampung paling lambat 30 November 2026, dengan fleksibilitas sesuai kesepakatan bersama.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi penataan portofolio dan penguatan struktur keuangan perseroan menyusul arahan dari PT Danantara Asset Management (DAM) untuk memfokuskan BUMN karya pada bidang konstruksi inti. Divestasi ini juga menegaskan komitmen terhadap prinsip asset recycling, yaitu mengoptimalkan nilai aset melalui pelepasan kepemilikan untuk menciptakan nilai tambah. Dana hasil penjualan akan dialokasikan untuk melunasi utang berbunga, memenuhi kebutuhan modal kerja, serta mendukung proyek strategis lain sesuai prioritas internal.

Pertimbangan utama dalam keputusan ini adalah proyeksi kinerja keuangan JMJ yang masih menunjukkan kerugian di tahap awal operasional. Faktor utama antara lain pendapatan tol yang belum optimal karena volume lalu lintas belum menyerap penuh, ditambah beban bunga pembiayaan yang tinggi. Dengan tidak lagi memiliki saham di JMJ, Adhi Karya berharap dapat menghindari dampak negatif dari potensi kerugian operasional yang dapat membebani kinerja keuangan perseroan di masa depan.

JMJ sendiri merupakan perusahaan yang mengelola konsesi Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo. Ruas Kartasura-Klaten telah beroperasi komersial sejak 9 November 2024, sedangkan ruas Klaten-Prambanan mulai beroperasi pada 6 Agustus 2025. Saat ini, kepemilikan JMJ terbagi antara PT Jasa Marga (Persero) Tbk. dengan 52,82% dan Adhi Karya dengan 47,18%. Setelah transaksi selesai, seluruh saham JMJ milik Adhi Karya akan beralih ke SMI, sehingga perseroan benar-benar keluar dari kepemilikan saham di perusahaan tersebut.

Nilai pasar 47,18% saham JMJ pada 30 Juni 2026 mencapai Rp1,73 triliun, sedangkan nilai transaksi yang disepakati sebesar Rp1,765 triliun, atau sekitar 1,75% di atas nilai pasar. Penjualan ini akan diserahkan ke Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 13 November 2026 untuk mendapatkan persetujuan resmi. Selain itu, RUPSLB juga akan membahas perubahan alokasi dana hasil penawaran umum terbatas sebesar Rp378,693 miliar yang sebelumnya direncanakan untuk setoran modal di JMJ, kini diusulkan untuk digunakan sebagai modal kerja.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya