Selasa, 13 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Adhi Karya Lepas Saham JMJ Rp1,76 Triliun untuk Perkuat Kinerja Keuangan

Adhi Karya menyelesaikan divestasi 47,18% saham di Jasamarga Jogja Solo senilai Rp1,76 triliun kepada SMI, sebagai bagian dari strategi restrukturisasi aset dan fokus pada konstruksi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 15.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Adhi Karya Lepas Saham JMJ Rp1,76 Triliun untuk Perkuat Kinerja Keuangan📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Adhi Karya (Persero) Tbk resmi melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dengan nilai transaksi Rp1,765 triliun. Penjualan melibatkan 1,714 juta saham, setara 47,18% dari modal disetor penuh JMJ, dan menjadi bagian dari program integrasi BUMN Karya yang diprioritaskan oleh pemegang saham utama, Danantara Asset Management. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat posisi keuangan perseroan dan memfokuskan aktivitas pada inti bisnis konstruksi.

Transaksi ini dilandasi kebijakan strategis berupa *invest to divest*, di mana saham di proyek infrastruktur yang awalnya dimiliki untuk mendukung perolehan kontrak kini dilepas demi menciptakan nilai tambah. Dana hasil divestasi akan digunakan untuk melunasi utang berbunga, memenuhi kebutuhan modal kerja, serta mendukung kegiatan operasional lainnya. Dengan demikian, manajemen berharap likuiditas dan solvabilitas perusahaan dapat meningkat secara signifikan dalam jangka pendek hingga menengah.

Pengalihan kepemilikan masih menunggu sejumlah persyaratan pendahuluan, termasuk persetujuan dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), konfirmasi ketersediaan dana untuk pembebasan lahan dari Ditjen Bina Marga, persetujuan teknis terkait Paket 2.1B, serta persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Adhi Karya. Penyelesaian transaksi ditargetkan paling lambat 30 November 2026. Setelah proses selesai, Adhi Karya tidak lagi menjadi pemegang saham di JMJ, yang kini didominasi oleh PT Jasa Marga (Persero) dengan porsi 52,82%.

Penilaian independen oleh KJPP Toto Suharto & Rekan menunjukkan nilai pasar 47,18% saham JMJ per 30 Juni 2026 sebesar Rp1,735 triliun, dengan metode pendapatan (DCF) berbobot 90% dan pendekatan pasar (GPTC) 10%. Harga jual ke SMI berada 1,75% di atas nilai pasar, masih dalam batas deviasi maksimal 7,5% sesuai regulasi, sehingga dinilai wajar. Perbandingan dengan nilai buku saham ADHI di JMJ yang sekitar Rp1,65 triliun menunjukkan rasio harga terhadap nilai buku sebesar 1,07 kali, mencerminkan kenaikan nilai investasi.

Selain alasan keuangan, divestasi juga bertujuan menghindari kewajiban setoran modal tambahan di masa depan, seiring dengan proyeksi kebutuhan pendanaan yang masih tinggi untuk kelanjutan pembangunan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo. Kinerja JMJ yang masih merugi hingga semester pertama 2026—dengan rugi bersih membengkak dari Rp311,36 miliar menjadi Rp420,55 miliar—menjadi pertimbangan penting. Defisit ini berdampak langsung pada laporan keuangan Adhi Karya melalui pengakuan rugi entitas asosiasi.

Sebelum transaksi final, Adhi Karya akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 13 November 2026 di Jakarta Timur. Pertemuan ini tidak hanya membahas persetujuan divestasi, tetapi juga perubahan alokasi dana hasil Penawaran Umum Terbatas melalui HMETD II. Sebanyak Rp378,69 miliar yang sebelumnya dijadwalkan untuk setoran modal ke JMJ kini diusulkan dialihkan menjadi modal kerja, dengan pertimbangan kebijakan POJK No. 40 Tahun 2025 yang mengharuskan persetujuan RUPS atas perubahan alokasi dana di atas 10%.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya