AI Percepat Transformasi Ekonomi Global, Tapi Ancam Kesenjangan
IMF memperingatkan risiko kesenjangan ekonomi akibat ketimpangan akses AI, meski teknologi ini berpotensi tingkatkan pertumbuhan global hingga 0,5% per tahun.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 15.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kecerdasan buatan kini menjadi penentu utama dalam dinamika ekonomi global, menurut pernyataan Managing Director IMF Kristalina Georgieva. Dalam pidato pada pertemuan tahunan IMF di Thailand, ia menekankan bahwa investasi global terhadap AI sedang mengalami lonjakan signifikan, bahkan diperkirakan melampaui level investasi sebelumnya untuk infrastruktur besar seperti kereta api, listrik, dan telekomunikasi. Pertumbuhan ini bukan sekadar tren teknologi, melainkan fondasi baru bagi daya saing ekonomi antarnegara.
Perdagangan barang terkait AI kini menyumbang lebih dari sepertujuh dari total perdagangan dunia, dengan proyeksi terus meningkat seiring ekspansi rantai nilai global. Negara-negara seperti Amerika Serikat, China, dan India menjadi pengimpor utama perangkat keras AI dan sedang membangun infrastruktur untuk menjadi pusat inovasi teknologi. Sementara itu, lima dari tujuh negara terkemuka dalam perdagangan AI berasal dari Asia, menyediakan komponen kunci seperti mikroprosesor, chip memori, mesin fabrikasi, serta sistem robotika.
Namun, dampak positif tersebut tidak merata. Kristalina menyoroti bahwa sebagian besar negara belum mampu menikmati manfaat AI secara signifikan, yang berpotensi memperlebar kesenjangan ekonomi global. Kondisi ini diperparah oleh dinamika pasar keuangan, khususnya pasar obligasi swasta, di mana lonjakan penerbitan obligasi jangka panjang memperketat persaingan atas dana tabungan, sementara imbal hasil acuan mulai mencerminkan ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
IMF juga memperingatkan dampak inflasioner dari pembangunan infrastruktur AI, yang dapat mendorong kenaikan harga secara luas dalam jangka pendek. Ia menekankan pentingnya memahami Amara’s Law—bahwa masyarakat cenderung melebih-lebihkan manfaat teknologi dalam jangka pendek, tetapi meremehkan dampaknya dalam jangka panjang. Masa transisi antara pembangunan infrastruktur dan adopsi luas AI menjadi periode paling berisiko, yang membutuhkan kebijakan strategis dan kolaborasi global.
Di sisi lain, potensi jangka panjang AI sangat besar. Jika dikelola dengan tepat, teknologi ini dapat menambah pertumbuhan ekonomi global sebesar 0,5% per tahun—setara dengan nilai ekonomi ASEAN yang ditambahkan ke perekonomian dunia dalam satu dekade. Kunci utamanya bukan pada investasi infrastruktur semata, melainkan pada peningkatan produktivitas yang muncul ketika AI diadopsi secara luas di berbagai sektor ekonomi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Sistem Cerdas Pantau Transaksi CPO, Pajak Tak Lagi Terlewat
Pemerintah mengungkapkan telah melengkapi sistem pemantauan pajak CPO dengan teknologi kecerdasan buatan dan big data untuk melacak transaksi secara real time.
13 Oktober 2026

AI Dorong Revolusi Pengawasan Pajak di Indonesia
Kecerdasan buatan kini menjadi alat utama dalam meningkatkan akurasi dan efisiensi pengawasan kepatuhan pajak secara proaktif.
13 Oktober 2026

Sistem Digital Awasi Kekayaan Keluarga Kaya Raya
DJP sedang mengembangkan dashboard terintegrasi berbasis kecerdasan buatan untuk memantau real-time kekayaan individu dan keluarga miliarder melalui aset dan aktivitas korporasi mereka.
13 Oktober 2026

IHSG Stabil Setelah Tekanan Awal, Berakhir di Zona Merah
Indeks Harga Saham Gabungan turun 0,42% pada akhir sesi pertama, berada di level 5.911,46, setelah sempat anjlok hingga 1,7% di awal perdagangan.
13 Oktober 2026
Berita Lainnya

Cook Kunjungi China, Tekankan Komitmen Rantai Pasok dan Inovasi
Selasa, 13 Oktober 2026, 15.33 WITA

Nadella Soroti Kebutuhan Rem Darurat untuk AI Canggih
Selasa, 13 Oktober 2026, 15.32 WITA

Wilayah Sulawesi Tenggara Waspadai Kekeringan Akhir Oktober
Selasa, 13 Oktober 2026, 15.32 WITA

Apple Siap Luncurkan MacBook Pro Layar Sentuh Pertama
Selasa, 13 Oktober 2026, 15.32 WITA

Pemerintah Rancang Peta Bahan Baku Bioetanol Nasional
Selasa, 13 Oktober 2026, 15.31 WITA

Buruh Siap Gelar Aksi Serentak Dorong Kenaikan Upah 2027
Selasa, 13 Oktober 2026, 15.31 WITA

Pemerintah Tuntaskan Ketergantungan Impor Bensin Lewat Etanol Lokal
Selasa, 13 Oktober 2026, 15.30 WITA

Demo Kecoa Tuntut Mundurnya Ketua KPU India
Selasa, 13 Oktober 2026, 15.30 WITA

