Selasa, 13 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Stabil Setelah Tekanan Awal, Berakhir di Zona Merah

Indeks Harga Saham Gabungan turun 0,42% pada akhir sesi pertama, berada di level 5.911,46, setelah sempat anjlok hingga 1,7% di awal perdagangan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 15.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
IHSG Stabil Setelah Tekanan Awal, Berakhir di Zona Merah📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi pertama perdagangan Selasa (13/10/2026) di zona merah dengan penurunan 0,42% atau 24,68 poin, berada di posisi 5.911,46. Penurunan ini jauh lebih terkendali dibandingkan koreksi awal yang sempat menyentuh level terendah harian di 5.828,68, atau turun lebih dari 1,7% dari pembukaan. Pergerakan indeks menunjukkan pemulihan bertahap setelah tekanan jual memuncak pada pukul 09.30 WIB.

Dari level terendah tersebut, IHSG mampu memperbaiki posisi dengan kenaikan sekitar 82,78 poin atau 1,4%, menunjukkan daya beli yang kembali muncul di pasar. Pergerakan indeks mulai membaik sejak sekitar pukul 10.00 WIB, bergerak naik secara perlahan dari area 5.830, kemudian menembus level 5.900. Selama sebagian besar sesi, indeks bergerak mendatar di rentang 5.890 hingga 5.915, sebelum kembali menguat tipis dan mencatatkan puncak harian di 5.927,13 sebelum akhirnya sedikit melemah pada penutupan sesi pertama.

Pergerakan pasar dipengaruhi oleh sejumlah sentimen eksternal. Serangan rudal dan drone dari kelompok Houthi ke Arab Saudi pada Senin (12/10/2026) menimbulkan ketegangan regional, termasuk penutupan sementara Bandara Internasional Riyadh setelah serangan yang menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya. Kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global mendorong kenaikan harga minyak dunia, dengan minyak Brent naik 1,8% ke US$106,65 per barel dan WTI menguat 2% ke US$93,74.

Di sisi lain, pasar tetap waspada terhadap isu MSCI. Analis menyebut sentimen terkait kemungkinan penurunan status Indonesia dari pasar berkembang (emerging market) ke pasar perbatasan (frontier market) serta pencabutan pembekuan perubahan indeks MSCI yang diproyeksikan pada semester II-2027 masih menjadi perhatian utama. Hal ini memperkuat kecenderungan pasar untuk tetap hati-hati meski terjadi koreksi terkendali.

Volume perdagangan mencapai 217,03 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp5,608 triliun, menunjukkan aktivitas pasar yang cukup tinggi. Meskipun pergerakan IHSG mengalami koreksi, kenaikan tajam dari titik terendah menunjukkan ketahanan pasar terhadap tekanan eksternal, terutama dari konflik regional dan fluktuasi harga komoditas.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya