Selasa, 13 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

AI Dorong Revolusi Pengawasan Pajak di Indonesia

Kecerdasan buatan kini menjadi alat utama dalam meningkatkan akurasi dan efisiensi pengawasan kepatuhan pajak secara proaktif.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 15.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
AI Dorong Revolusi Pengawasan Pajak di Indonesia📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Direktur Jenderal Pajak menyatakan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan telah menjadi kunci transformasi sistem perpajakan nasional. Dalam kesempatan pembukaan Forum Kerja Sama Administrasi Pajak Belt and Road Initiative (BRITACOF) ke-7 di Jakarta, ia menekankan bahwa teknologi canggih seperti AI bukan lagi sekadar tren masa depan, melainkan kebutuhan mendesak untuk mendukung efektivitas pengelolaan pajak saat ini.

Dengan kemampuan mengolah volume data besar secara real time, AI memungkinkan otoritas pajak melakukan pemantauan secara proaktif, bukan hanya reaktif. Sistem ini mampu mengidentifikasi pola ketidakpatuhan, memprediksi risiko kebocoran pajak, serta menangani permintaan rutin secara otomatis, sehingga mengurangi beban kerja petugas. Hasilnya, sumber daya manusia dapat dialihkan untuk menangani kasus kompleks yang memerlukan penilaian lebih mendalam.

Keterlibatan teknologi juga berdampak positif terhadap pelayanan publik. Wajib pajak kini mendapatkan respons yang lebih cepat dan proses administratif yang lebih efisien. Namun, Bimo menegaskan bahwa teknologi harus sejalan dengan pendekatan kolaboratif dalam interaksi dengan wajib pajak, agar kebijakan tetap manusiawi dan akuntabel.

BRITACOF, yang merupakan bagian dari mekanisme kerja sama pajak antarnegara dalam inisiatif Belt and Road, kali ini diikuti oleh 35 negara anggota dan 25 pengamat, termasuk berbagai yurisdiksi serta organisasi internasional. Forum ini menjadi wadah strategis untuk berbagi inovasi, kebijakan, dan praktik terbaik dalam pengelolaan pajak global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya