Aksi Massal Ricuh di Prancis, Rakyat Desak Perubahan Ekonomi
Demonstrasi besar-besaran melanda Paris dan kota-kota utama Prancis, dipicu tekanan inflasi dan ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah menjelang pemilu presiden 2027.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 09.06 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 24x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Aksi protes berkecamuk di sejumlah kota Prancis, termasuk Paris, Lyon, Marseille, dan Lille, pada Sabtu (17/10), menyusul gelombang kemarahan rakyat terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok. Massa yang mengenakan masker dan membawa spanduk menyerukan tuntutan ekonomi, sekaligus menyerang fasilitas umum dan instansi pemerintah. Di Lyon, kantor pariwisata dibakar, sementara di Marseille, demonstran merusak patung dan menyerbu balai kota sebelum ditebas oleh pasukan antihuru-hara.
Di ibu kota, ratusan ribu orang turun ke jalan, terutama di wilayah timur dan utara, dengan meneriakkan desakan kepada Presiden Emmanuel Macron untuk mundur. Kaca stasiun televisi CNews dan Europe 1 rusak, sementara puluhan kendaraan terparkir dibakar. Polisi mengamankan lebih dari 130 orang dalam kerusuhan tersebut. Aksi ini merupakan bagian dari gerakan bertajuk "kuning dan pemuda", yang diprakarsai oleh kelompok Rompi Kuning, kelompok yang sebelumnya aktif delapan tahun lalu menentang kenaikan pajak bahan bakar.
Kebanyakan peserta protes menyampaikan kekecewaan terhadap inflasi yang melonjak di atas 3 persen, didorong oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Pelajar SMA bernama Kamil Alahyan (18) menegaskan aksi ini adalah bentuk perlawanan terhadap sistem yang dianggap tidak adil, menyoroti korupsi politisi dan ketimpangan ekonomi yang melebar selama dekade terakhir. Di sisi lain, sejumlah tokoh politik memanfaatkan momentum ini, dengan Marine Le Pen menyalahkan kelompok ekstremis atas kerusuhan, sementara Jean-Luc Mélenchon menekankan mayoritas aksi tetap berlangsung damai dan menyoroti bias media dalam melaporkan kekerasan.
Pemerintah, melalui pernyataan Jumat, menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan menghormati properti serta warga. Survei terhadap 2.000 orang menunjukkan 45 persen warga Prancis khawatir atas biaya hidup, sementara utang publik diperkirakan melampaui 120 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) tahun depan. Seorang pegawai negeri dari Guéret, Franck, mengungkapkan kondisi ekonomi yang menyesakkan: "Kami tidak tahan lagi, kami tercekik."
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lula dan Flavio Bolsonaro Saling Serang di Debat Akhir Pemilu
Debat terakhir sebelum putaran kedua pemilu Brasil memperlihatkan pertarungan sengit antara Lula dan Flavio Bolsonaro, yang saling menyerang secara pribadi dan menyoroti kebijakan masing-masing.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, Dampaknya Di Bawah 2 Persen
Pengurangan pasokan gas ke Singapura oleh Indonesia mencapai 17 miliar Btu per hari selama 18 hari, berdampak kurang dari 2 persen terhadap kebutuhan harian negara tersebut.
25 Oktober 2026

OpenAI Perkuat Riset Farmasi Lewat Akuisisi Startup AI
OpenAI mengakuisisi Orchestra Bio untuk memperluas penerapan kecerdasan buatan dalam pengembangan obat melalui otomasi proses riset dan koordinasi tim ilmiah.
25 Oktober 2026

Gerindra Ungguli PDIP dan Golkar dalam Elektabilitas Survei IPO
Survei IPO menunjukkan Partai Gerindra memimpin elektabilitas dengan 23,1 persen, diikuti PDIP 11,6 persen dan Golkar 10,7 persen, sementara sebagian besar partai lain berada di bawah 10 persen.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Transformasi Energi Indonesia Menapaki Jalur Kemandirian
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.30 WITA

Penghapusan Insentif Flat Hemat Rp3 Triliun untuk MBG
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.29 WITA

Koneksi Starlink Stabil di Kecepatan 400 km/Jam, Ungkap Menteri Pertahanan Ukraina
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.08 WITA

Penyintas Serangan Gereja Yordania Ungkap Detik-detik Pelaku Arahkan Pistol
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

Richard Lee: Jangan Lawan Iblis dengan Logika
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Kanye West Tutup Konser GBK dengan Runaway Emosional
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

