Anak dan Boneka: Jembatan Imajinasi untuk Pemahaman Sosial
Bermain dengan boneka membantu anak mengembangkan kemampuan memahami perasaan dan pikiran orang lain melalui imajinasi yang kaya.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 09.11 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 70x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Anak-anak sering terlihat berdialog dengan boneka mereka seolah-olah benda itu memiliki kesadaran dan emosi. Mereka menyusui boneka, menenangkannya saat marah, atau bahkan menegur karena sudah terlambat tidur. Di balik kelucuan pemandangan ini tersembunyi proses kognitif mendalam yang berkaitan dengan perkembangan sosial dan emosional. Perilaku tersebut bukan tanda kecemasan atau kesepian, melainkan bentuk eksplorasi imajinatif yang alami dalam pertumbuhan anak.
Studi yang mengacu pada penelitian di bidang perkembangan kognitif menunjukkan bahwa saat bermain boneka, anak lebih sering menggunakan kata-kata yang merujuk pada keinginan, perasaan, dan pikiran—khususnya ketika bermain sendiri. Dalam konteks ini, anak tidak hanya memainkan objek, tetapi menciptakan dunia fiksi yang kompleks. Misalnya, mereka bertanya, “Kenapa kamu sedih? Apakah kamu rindu ibu?”—pertanyaan yang menunjukkan kemampuan untuk memahami kondisi emosional lain.
Permainan seperti ini berperan penting dalam pengembangan social cognition, yaitu kemampuan memahami dunia internal orang lain. Dengan memberi nama, kepribadian, dan peran pada boneka, anak menunjukkan kemampuan menempatkan diri dalam posisi orang lain. Boneka menjadi media untuk mengeksplorasi berbagai situasi sosial, seperti merawat, menolong, atau menyelesaikan konflik—semua ini dilakukan melalui narasi yang dibuat sendiri.
Penting untuk dicatat bahwa kebiasaan berbicara dengan boneka bukan indikator kekurangan perhatian dari orang tua. Justru, ini bisa menjadi bentuk kreativitas yang sehat. Orang tua dapat mendukung proses tersebut dengan ikut menyimak tanpa mengganggu, misalnya dengan bertanya, “Apa yang sedang dilakukan bonekamu sekarang?” Dengan begitu, anak merasa didukung dan permainan imajinatifnya tetap menjadi ruang aman untuk berekspresi.
Dalam konteks ini, boneka bukan sekadar mainan, melainkan alat yang membantu anak memahami dunia sosial secara bertahap. Melalui percakapan fiktif, mereka melatih empati, keterampilan berpikir abstrak, serta kemampuan menyusun cerita. Semua ini merupakan fondasi penting bagi perkembangan kognitif dan emosional jangka panjang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Pembangunan PLTS terapung di Waduk Tembesi, Batam, telah menyelesaikan 74 persen tahap konstruksi dengan kapasitas 46 MWp dan proyeksi produksi listrik 61 GWh per tahun.
24 Oktober 2026

Peta Hak Dasar Desa Siap Dukung Pembangunan Berbasis HAM
KemenHAM memperkenalkan Peta Pemenuhan Hak Dasar hingga tingkat desa melalui platform DESAHAM sebagai alat pemantauan berbasis data dalam perencanaan pembangunan nasional.
24 Oktober 2026

IKN Tandatangani Kerja Sama Rp4 Triliun untuk Percepatan Pembangunan
Otorita IKN resmi menandatangani PKS proyek perumahan dan investasi swasta senilai total Rp4,04 triliun, melibatkan lima perusahaan di sektor pangan, mebel, komersial, kuliner, dan olahraga.
24 Oktober 2026

Tol Japek II Selatan Paket 2A Capai 85,8% Progres Fisik
Proyek Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Paket 2A telah menyelesaikan 85,8% pekerjaan fisik per akhir September 2026, dengan target penyelesaian akhir 2027.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

