Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Anak Kecanduan Rokok? Ini Langkah Nyata yang Bisa Dilakukan Orang Tua

Orang tua perlu menghindari larangan keras dan memilih pendekatan emosional, edukatif, serta kolaboratif untuk bantu anak berhenti merokok secara bertahap.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 21.02 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 23x dibuka
Anak Kecanduan Rokok? Ini Langkah Nyata yang Bisa Dilakukan Orang Tua📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kecanduan merokok pada anak dan remaja bukan sekadar kebiasaan, melainkan tantangan kesehatan yang memerlukan respons serius dari lingkungan keluarga. Nikotin yang terkandung dalam rokok memiliki potensi menimbulkan ketergantungan bahkan sejak usia dini, sehingga penanganan harus dilakukan dengan pendekatan yang memahami akar masalah, bukan hanya menekan perilaku. Salah satu pemicu utama muncul dari tekanan sosial, terutama dari teman sebaya yang menganggap merokok sebagai simbol kedewasaan atau penerimaan dalam kelompok.

Pendekatan yang efektif dimulai dari komunikasi terbuka tanpa menghakimi. Orang tua perlu mendengarkan alasan anak memulai merokok—entah karena penasaran, pengaruh teman, atau ingin menunjukkan ketahanan—dengan sikap yang tenang dan tidak menghakimi. Dalam proses ini, penting untuk menegaskan bahwa merokok tidak diterima karena dampaknya terhadap kesehatan paru-paru, sistem pernapasan, dan risiko penyakit kronis di masa depan. Penjelasan yang konkret, seperti penurunan daya tahan tubuh atau bau asap yang sulit hilang dari pakaian, dapat membantu anak memahami konsekuensi secara nyata.

Menghadapi tekanan dari lingkungan pertemanan, orang tua harus membantu anak melatih kemampuan menolak tawaran rokok dengan kalimat tegas namun sopan, seperti “Saya enggak tertarik.” Selain itu, dorong anak untuk terlibat dalam aktivitas positif seperti olahraga, seni, atau kegiatan ekstrakurikuler yang bisa mengalihkan perhatian dari kebiasaan merokok. Kehadiran aturan jelas di rumah—seperti larangan merokok di dalam ruangan atau di dekat anak—juga perlu disertai konsistensi tanpa ancaman, serta menjadi teladan dengan tidak merokok di depan anak.

Proses berhenti merokok bukan hal yang instan dan seringkali diikuti oleh keinginan kembali yang kuat. Orang tua perlu mendampingi anak dalam menentukan target berhenti, mengenali situasi pemicu seperti stres atau kebosanan, serta mencari aktivitas pengganti yang menyenangkan. Konsultasi dengan tenaga kesehatan, seperti dokter anak atau konselor, sangat direkomendasikan untuk memastikan pendekatan yang sesuai dengan usia dan kondisi psikologis anak. Pendekatan berbasis konseling dan dukungan medis terbukti lebih efektif dibandingkan intervensi yang bersifat hukum atau emosional semata.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya