Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Telkom Selesaikan Buyback Saham Senilai Rp36,54 Miliar

Perseroan telah menyelesaikan pembelian kembali saham dengan nilai bruto Rp36,54 miliar kepada pemegang saham yang menyatakan keinginan menjual hingga batas waktu 5 Oktober 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Telkom Selesaikan Buyback Saham Senilai Rp36,54 Miliar📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk telah menyelesaikan proses pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai bruto sebesar Rp36,54 miliar. Transaksi ini dilakukan atas dasar rencana pemisahan sebagian bisnis Wholesale Fiber Connectivity Tahap-2 ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia, anak usaha yang dimiliki 99,99% oleh Telkom secara langsung. Pembelian kembali saham ini merupakan bagian dari aksi korporasi yang disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tahun 2026.

Pembelian dilakukan terhadap 15.956.199 lembar saham dengan harga rata-rata Rp2.290 per saham. Penyelesaian pembayaran kepada para pemegang saham yang berhak telah dilakukan pada 20 Oktober 2026, sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Perseroan menegaskan bahwa batas waktu untuk menyampaikan keinginan menjual saham dalam rangka buyback berakhir pada 5 Oktober 2026 pukul 17.00 WIB, setelah sebelumnya diumumkan secara resmi melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada 2 Oktober 2026.

Hingga saat ini, saham Telkom bergerak stabil di posisi Rp2.200 per saham dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp218,93 triliun. Pergerakan ini mencerminkan stabilitas pasar meski terjadi aksi korporasi besar yang berdampak pada struktur kepemilikan dan fokus bisnis perusahaan.

Dengan penyelesaian buyback ini, Telkom memperkuat struktur modal dan mempersiapkan transformasi bisnis yang lebih fokus, khususnya dalam pengelolaan infrastruktur digital. Proses pemisahan usaha yang mendampingi buyback ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional serta nilai jangka panjang bagi pemegang saham.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya