Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Anggaran Terbatas Ubah Strategi Operasional Basarnas

Pemangkasan anggaran perjalanan dinas memaksa Basarnas menyesuaikan pola operasional, meski mobilitas tetap krusial untuk respons bencana dan kecelakaan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 19.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Anggaran Terbatas Ubah Strategi Operasional Basarnas📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kondisi keuangan yang terbatas akibat pemangkasan anggaran perjalanan dinas kini mengubah cara kerja Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Sebagai lembaga operasional yang bergerak langsung ke lokasi kejadian, mobilitas personel menjadi aspek kunci dalam setiap operasi pencarian dan pertolongan. Namun, pengurangan dana perjalanan dinas memaksa penyesuaian strategi agar tetap menjaga efektivitas respons di lapangan.

Dalam rapat dengan Komisi V DPR RI pada 1 September 2026, Kepala Basarnas Mohammad Syafii menegaskan bahwa perjalanan dinas bukan sekadar kebutuhan administratif, melainkan bagian integral dari fungsi operasional. Ia menekankan bahwa setiap operasi memerlukan kehadiran tim di lokasi, baik untuk evakuasi maupun koordinasi lintas instansi, yang hanya bisa dilakukan melalui mobilitas. Tanpa dukungan anggaran yang memadai, kesiapan operasional terancam terganggu.

Sejak Januari hingga Agustus 2026, Basarnas telah menyelesaikan 1.971 operasi SAR di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah ini mencerminkan tingginya intensitas kejadian yang membutuhkan intervensi cepat dan terkoordinasi. Dengan beban kerja yang tinggi, penyesuaian anggaran harus dilakukan secara selektif, dengan fokus utama pada kebutuhan operasional langsung, seperti peralatan lapangan, komunikasi, dan kesiapan personel.

Untuk tahun anggaran 2027, kebutuhan anggaran Basarnas mencapai Rp3,86 triliun, sementara pagu yang disetujui hanya sebesar Rp1,56 triliun. Selisih ini menciptakan backlog sekitar Rp2,29 triliun, yang menimbulkan tekanan besar terhadap alokasi sumber daya. Dalam konteks ini, Basarnas memohon dukungan penuh dari DPR RI, khususnya Komisi V, agar prioritas anggaran tetap mengakomodasi tugas inti, terutama dalam pelaksanaan operasi dan kesiapsiagaan SAR.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya