Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Antrean BBM di Bali Picu Gangguan Ekonomi dan Pendidikan

Kelangkaan Pertalite dan Pertamax di Bali menyebabkan antrean panjang, menghambat mobilitas, mengurangi pendapatan ojek daring, dan memaksa perguruan tinggi mengadakan kuliah daring selama tiga hari.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 12.05 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 135x dibuka
Antrean BBM di Bali Picu Gangguan Ekonomi dan Pendidikan📷 BBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kondisi antrean panjang di sejumlah SPBU di Bali, khususnya di wilayah Denpasar, Badung, dan Gianyar, telah berlangsung selama lebih dari satu pekan terakhir. Pada Selasa (13/10), antrean kendaraan mencapai hingga lebih dari satu kilometer di beberapa lokasi, termasuk di kawasan wisata utama seperti Kuta dan Seminyak. Pemerintah dan Pertamina menyatakan bahwa stok bahan bakar di depo utama masih mencukupi, namun distribusi ke SPBU mengalami hambatan akibat keterlambatan pengiriman tanker dan kemacetan lalu lintas yang memperlambat pergerakan logistik.

Banyak masyarakat, termasuk pekerja lepas seperti pengemudi ojek daring, mengalami kesulitan ekonomi akibat tidak bisa beroperasi selama tiga hari berturut-turut. Handoko, salah satu pengemudi ojol, mengungkapkan bahwa ia kehilangan pendapatan hingga Rp900.000 karena tidak bisa menerima pesanan. Ia baru bisa mengisi bahan bakar setelah menunggu lebih dari satu jam di SPBU Sunset Road, Kuta. Keluhan serupa disampaikan Nyoman, karyawan swasta, yang menghabiskan lebih dari dua jam antre hanya untuk mengisi Pertamax, padahal ia awalnya ingin membeli Pertalite.

Dampak sosial pun mulai terasa di sektor pendidikan. Universitas Udayana memutuskan menghentikan perkuliahan tatap muka dan menerapkan kuliah daring serta kerja dari rumah (WFH) dari 14 hingga 16 Oktober. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap lonjakan mobilitas yang tidak bisa dikendalikan akibat keterbatasan pasokan BBM. Rektor universitas menekankan bahwa kebijakan ini tidak mengorbankan hak akses pendidikan, tetapi menekan kebutuhan perjalanan rutin. Langkah serupa pernah diterapkan di Makassar pada bulan September saat kelangkaan BBM mencapai puncaknya.

Pemerintah Provinsi Bali dan Pertamina menegaskan bahwa tidak ada kekurangan stok nasional, dan tidak ada pengalihan pasokan untuk mendukung event MotoGP Mandalika. Gubernur Wayan Koster menegaskan bahwa stok di depo Manggis dan Sanggaran masih stabil, namun distribusi terganggu oleh faktor logistik dan kepanikan publik yang menyebabkan pembelian berlebihan secara bersamaan. Ia meminta masyarakat untuk tidak panik, membeli sesuai kebutuhan, dan memperkirakan kondisi akan pulih dalam waktu satu hingga dua hari.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya