Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Antrean BBM Panjang di Buleleng, Bupati Jamin Stok Cukup hingga 15 Oktober

Antrean panjang di SPBU Buleleng akibat kelangkaan BBM dipastikan tidak mengganggu layanan vital, dengan pemerintah daerah menjamin pasokan hingga 15 Oktober.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 17.34 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 151x dibuka
Antrean BBM Panjang di Buleleng, Bupati Jamin Stok Cukup hingga 15 Oktober📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Buleleng, Bali, mencapai ratusan meter, terutama di wilayah Singaraja. Warga yang datang membawa kendaraan roda dua maupun empat harus menunggu berjam-jam hanya untuk mengisi bahan bakar, mengakibatkan kemacetan yang mengular hingga ke jalan utama. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan masyarakat, terutama para pekerja yang bergantung pada kendaraan untuk aktivitas sehari-hari.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, angkat bicara menyikapi situasi tersebut. Ia menegaskan bahwa stok bahan bakar di seluruh wilayah Bali masih dalam kondisi aman. Hasil pemantauan langsung oleh tim gabungan dinas terkait menunjukkan antrean mulai mereda di beberapa lokasi, meskipun masih terjadi di beberapa titik. Ia memastikan pasokan BBM cukup hingga tanggal 15 Oktober, dengan tambahan pasokan yang akan segera tiba setelahnya.

Sutjidra menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan. Ia menyebut fenomena panic buying sebagai penyebab utama antrean panjang. Pemerintah daerah telah mengimbau warga membeli BBM sesuai kebutuhan, tanpa menggunakan jeriken atau wadah besar untuk menimbun. Pembelian dengan jeriken telah dihentikan, meskipun sebelumnya diberikan pengecualian terbatas bagi pengendara motor yang mogok dan membutuhkan BBM dalam jumlah kecil untuk menjangkau SPBU terdekat.

Untuk menjamin kelancaran operasional layanan penting, pemerintah telah menyiapkan mekanisme khusus bagi rumah sakit, pengangkutan sampah, dan kendaraan darurat lainnya. Semua unit tersebut mendapatkan jadwal khusus pengisian bahan bakar secara terjadwal, sehingga tidak terganggu oleh antrean umum. Koordinasi intensif antara Pemkab Buleleng dan Pertamina juga telah dilakukan, termasuk melalui laporan langsung ke Gubernur Bali.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing emosi. Dengan sistem distribusi yang terpantau dan pasokan yang terjamin, kondisi ini dipastikan tidak akan berdampak pada kebutuhan dasar masyarakat. Upaya pencegahan panic buying, peningkatan pengawasan, serta komunikasi yang transparan menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas pasokan BBM di wilayah Buleleng.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya