APHI Dukung Koreksi Aturan Bakar Lahan untuk Cegah Karhutla
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia mendukung langkah Presiden Prabowo untuk merevisi regulasi pembakaran lahan guna memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan secara menyeluruh.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 21.23 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) menyatakan dukungan penuh terhadap sikap tegas Presiden Prabowo Subianto dalam menyoroti kelemahan regulasi yang masih memperbolehkan pembakaran lahan. Dukungan ini muncul menyusul pernyataan Presiden dalam diskusi bersama para akademisi dan peneliti BRIN di Istana Merdeka, yang menekankan perlunya perbaikan aturan agar tidak lagi memberi ruang bagi praktik yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan. APHI menilai bahwa revisi kebijakan harus dilakukan secara sistematis, sejalan dengan penguatan pengawasan dan penegakan hukum.
Ketua Umum APHI, Soewarso, menegaskan bahwa api tidak dapat dibatasi oleh batas administrasi atau kepemilikan lahan. Ia menyoroti risiko meluasnya kebakaran yang bermula dari praktik pembakaran terkontrol, yang dapat menyebar ke area yang jauh dari lokasi awal. Menurutnya, regulasi yang memperbolehkan pembakaran hingga seluas 2 hektar tidak cukup menjamin kendali atas api, sehingga perlu dipertimbangkan untuk direvisi.
Soewarso menekankan bahwa pencegahan harus dimulai sebelum kebakaran terjadi. Ia menilai bahwa fokus tidak hanya pada kapasitas pemadaman, tetapi juga pada penataan tata kelola lahan, pengelolaan air, serta pendampingan terhadap masyarakat yang masih bergantung pada pembakaran untuk membuka lahan. Dengan demikian, alternatif yang lebih aman dan berkelanjutan harus disediakan secara nyata.
Komitmen APHI juga mencakup peningkatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah agar kebijakan berjalan selaras dan transparan. Penyelarasan regulasi diperlukan agar pelaku usaha, pemerintah daerah, dan masyarakat memahami tanggung jawab masing-masing. Dengan aturan yang jelas dan konsisten, diharapkan pelanggaran dapat diminimalisir serta dampak lingkungan dan kesehatan masyarakat berkurang secara signifikan.
APHI mengharapkan arahan Presiden menjadi momentum transformasi kebijakan yang berkelanjutan. Dengan perbaikan regulasi, penguatan pengawasan, dan dukungan terhadap alternatif pembukaan lahan tanpa pembakaran, risiko karhutla dapat ditekan secara efektif. Tujuannya adalah menciptakan keseimbangan antara perlindungan lingkungan, keberlanjutan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Paus Leo Soroti Pentingnya Kebebasan Pers di Tengah Tegangan Media dan Pemerintah
Paus Leo menegaskan peran krusial media dalam demokrasi saat dikonfrontasi soal pembatasan akses jurnalis ke Gedung Putih oleh pemerintahan AS.
26 September 2026

Pezeshkian: Pertemuan dengan Trump Tak Realistis Tanpa Hentikan Ancaman
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan tidak mungkin berdialog dengan Trump jika AS tetap menerapkan sanksi dan ancaman militer terhadap Teheran.
26 September 2026

China dan AS Sepakati Delapan Poin Kolaborasi Strategis
Dua pemimpin negara mencapai delapan kesepakatan dalam pertemuan di Washington, termasuk kerja sama ekonomi, keamanan maritim, dan dialog kecerdasan buatan.
26 September 2026

Mahasiswa Diminta Jaga Nilai Kebangsaan di Era Digital
Anggota DPR MPR RI ajak generasi muda kritis menyikapi informasi dan memperkuat persatuan melalui pemahaman empat pilar kebangsaan.
26 September 2026
Berita Lainnya

300 Anak Yatim Doakan Timnas, Kemenangan 2-0 Terwujud
Sabtu, 26 September 2026, 21.25 WITA

MotoGP 2027 Resmi Rilis, Mandalika Jadi Tuan Rumah untuk Kelima Kalinya
Sabtu, 26 September 2026, 21.25 WITA

Taman Delhi Dibatasi Malam Hari Pasca Pemerkosaan Remaja
Sabtu, 26 September 2026, 21.23 WITA
Bangkok Dilanda Banjir Besar, 50 Distrik Ditetapkan Darurat
Sabtu, 26 September 2026, 21.23 WITA

KPK Periksa Saksi Terkait Mekanisme Proyek di Bekasi dan Peran Ipda Yayat
Sabtu, 26 September 2026, 21.23 WITA

Relawan Tegaskan Penolakan Gugatan Ijazah Gibran di MK
Sabtu, 26 September 2026, 21.22 WITA

Indonesia Hadirkan Gizi Klinis dan Teknologi di Kongres Dunia Rusia
Sabtu, 26 September 2026, 21.22 WITA

KKP Diminta Buka Alasannya Segel Udang Ribu Ton
Sabtu, 26 September 2026, 21.22 WITA

