Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Hadirkan Gizi Klinis dan Teknologi di Kongres Dunia Rusia

Ketum Pergizi Pangan Indonesia akan hadir dalam kongres gizi klinis global di Rusia, membahas integrasi gizi dengan teknologi medis untuk atasi penyakit tidak menular.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 21.22 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Indonesia Hadirkan Gizi Klinis dan Teknologi di Kongres Dunia Rusia📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Ahmad Sulaeman, Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia, telah menetapkan kehadirannya dalam 29th World Congress on Clinical Nutrition (WCCN) yang digelar di Makhachkala, Dagestan, Rusia, pada 1 hingga 3 Oktober 2026. Acara bertaraf internasional ini menjadi wadah pertukaran ilmu terkini di bidang gizi klinis dan teknologi kesehatan, dengan fokus utama pada pemanfaatan inovasi biomekatronik untuk meningkatkan kualitas hidup individu.

Kongres mengusung tema terkini mengenai kesehatan berbasis gizi dan perkembangan teknologi adaptif, mencakup dua bidang utama. Pertama, pembahasan mendalam tentang peran gizi klinis dan fungsional dalam pencegahan serta penanganan penyakit tidak menular. Topik kunci mencakup nutrigenomik, gizi personal, mikrobiota usus, serta penggunaan penanda biologis untuk menilai status gizi. Intervensi diet juga menjadi bagian dari agenda ilmiah yang dikaji secara komprehensif.

Di bidang kedua, fokus diberikan pada pemanfaatan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan untuk memahami pola makan, adaptasi metabolik dalam kondisi ekstrem, serta neuromodulasi sebagai pendekatan terapi untuk obesitas dan diabetes tipe 2. Diskusi juga menyentuh antarmuka saraf dan prostetik dalam konteks medis, menunjukkan sinergi antara ilmu gizi dan inovasi teknologi neuroteknologi.

Selain aspek teknis, kongres juga membahas kebijakan publik terkait pangan, termasuk pelabelan pangan, kebijakan perpajakan, dan rekomendasi keamanan pangan. Kajian tentang pola konsumsi masyarakat dan program pemerintah di bidang pangan turut menjadi bagian dari dialog lintas sektor. Hadirnya Indonesia di forum global ini menunjukkan komitmen terhadap pengembangan sistem gizi berkelanjutan dan berbasis bukti ilmiah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya