Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

KAI Rencanakan Impor 23 KRL Bekas Jepang, INKA Fokus Produksi Dalam Negeri

KAI berencana impor 23 KRL bekas Jepang untuk tangani lonjakan penumpang, sementara INKA menegaskan fokus pada produksi dalam negeri dan pengembangan industri perkeretaapian nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 17.30 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 5x dibuka
KAI Rencanakan Impor 23 KRL Bekas Jepang, INKA Fokus Produksi Dalam Negeri📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Kereta Api Indonesia (Persero) tengah menyiapkan rencana impor 23 rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) bekas dari Jepang guna mengatasi tekanan layanan akibat pertumbuhan jumlah penumpang yang signifikan, khususnya di koridor Jabodetabek. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan armada dalam jangka pendek, sementara pengembangan kapasitas produksi dalam negeri tetap menjadi prioritas jangka panjang.

Di tengah rencana impor tersebut, PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA menegaskan posisinya sebagai produsen sarana perkeretaapian nasional yang berkomitmen penuh pada produksi dalam negeri. Menurut Nanang Agung Rohmandiyas, Senior Manager Corporate Communication and Representative Office INKA, pengadaan sarana seperti KRL merupakan kewenangan operator, sementara INKA tetap fokus pada peningkatan kualitas, keandalan, dan pemenuhan pesanan yang telah ditetapkan.

Penguatan kapasitas produksi INKA tidak hanya menyangkut jumlah kereta yang dihasilkan, tetapi juga mencakup pengembangan teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penguatan rantai pasok dalam negeri. Tujuan utamanya adalah membangun ekosistem industri perkeretaapian yang mandiri dan berkelanjutan, yang tidak hanya mengandalkan impor, tetapi juga mampu merancang dan memproduksi sarana sesuai kebutuhan nasional.

Dengan kapasitas yang terus diperkuat, INKA berharap dapat menjadi mitra strategis dalam rantai industri perkeretaapian, mulai dari desain hingga produksi akhir. Penguatan sektor pendukung dalam negeri juga diharapkan meningkatkan nilai tambah lokal dan mengurangi ketergantungan pada teknologi impor. Dalam jangka panjang, inisiatif ini mendukung visi pemerintah dalam menciptakan industri perkeretaapian yang mandiri dan berdaya saing global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya