Kejagung Tetapkan 4 Tersangka Kasus Korupsi Nikel di Kolaka
Kejaksaan Agung menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola nikel di PT CNI Kolaka yang merugikan negara hingga Rp 401 miliar.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 15.20 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 7x dibuka
📷 MediaKendariKendari, ıNarasikita - Kejaksaan Agung Republik Indonesia telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait tata kelola komoditas nikel di PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, periode 2017 hingga 2020. Penetapan tersangka ini menjadi langkah konkret dalam upaya menuntaskan kerugian negara yang mencapai Rp 401.653.737.469, sesuai temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Empat tersangka yang telah ditetapkan meliputi BS, mantan Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral di Direktorat Jenderal Minerba Kementerian ESDM periode 2017–2018; MHI, mantan Kepala Bidang Minerba Dinas ESDM Sulawesi Tenggara pada 2017–2019; NRH, mantan Kepala Unit Sucofindo Kendari dari 2012 hingga 2019; serta satu tersangka lain yang belum memenuhi panggilan. Peran mereka diduga terkait pengaturan dokumen hasil uji kadar nikel yang dibawah 1,7%, sehingga memungkinkan ekspor meski tidak memenuhi standar.
Sejumlah pihak menilai penetapan tersangka ini sebagai langkah penting untuk membongkar jaringan korupsi di sektor pertambangan nikel di wilayah Sulawesi Tenggara. Salah satu tokoh masyarakat menyatakan bahwa kasus ini bukan hanya soal pelanggaran teknis, tetapi juga indikasi sistemik yang melibatkan aktor intelektual dan pihak yang memperoleh manfaat secara tidak sah dari praktik tersebut.
Gerakan Masyarakat Sulawesi Tenggara (GERAK SULTRA) menekankan agar penegakan hukum tidak berhenti pada empat tersangka. Mereka meminta agar penyelidikan diperluas untuk mengungkap pemilik manfaat sebenarnya di balik PT CNI, menguak aliran dana Rp 401 miliar yang telah disita di RPL Bank Mandiri, serta memeriksa keterlibatan pejabat lain di tingkat pusat dan daerah selama periode 2017–2020. Selain itu, GERAK SULTRA menyoroti kemungkinan adanya modus serupa di tambang lain di wilayah Konawe Utara dan daerah lain di Sulawesi Tenggara.
Organisasi tersebut menyatakan komitmen untuk terus mengawal proses hukum hingga ke persidangan. Mereka menegaskan bahwa keberhasilan kasus ini akan menjadi preseden penting bagi transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya alam di provinsi yang kaya akan nikel.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kades Mekuasseng Diduga Pukul Jurnalis hingga Tak Sadar di RS Jafar Harun
Seorang jurnalis investigasi asal Sulawesi Tenggara dilaporkan mengalami luka serius akibat penganiayaan diduga dilakukan oknum Kepala Desa Mekuasseng, kini dirawat intensif di RS Jafar Harun Kolaka Utara.
26 September 2026

Aliansi Pemuda Sultra Minta Tutup Dapur MBG Wonggeduku Pasca Temuan Bangkai Tikus
Aliansi Pemuda Sultra menggelar aksi boikot dan menuntut penutupan permanen Dapur MBG Wonggeduku pasca temuan bangkai tikus dan bau busuk dalam sidak mendadak.
26 September 2026

Dua Tahun Pimpinan ASR, Publik Minta Transparansi Kinerja
Forum Pemuda Konawe Peduli Keadilan menilai dua tahun kepemimpinan Gubernur Sultra perlu dievaluasi secara transparan terkait pencapaian program dan penggunaan anggaran.
26 September 2026

Kejati Sultra Didesak Tuntaskan Kasus Korupsi Tower Bank Sultra
Aliansi Ampuh mendesak Kejati Sultra menuntaskan dugaan korupsi pembangunan tower Bank Sultra senilai Rp7,7 miliar yang berawal dari temuan BPK.
26 September 2026
Berita Lainnya

Paspor Dibungkus Alumunium, Apakah Benar Cegah Pencurian Data?
Sabtu, 26 September 2026, 17.53 WITA

Makanan Sehat untuk Hamster: Panduan Lengkap dari Pelet hingga Camilan
Sabtu, 26 September 2026, 17.50 WITA

SIM Wajib Diperpanjang Tiap 5 Tahun, Bukan Karena Administrasi
Sabtu, 26 September 2026, 17.48 WITA

Pemutihan Pajak Kendaraan Jateng Berlanjut Hingga Desember 2026
Sabtu, 26 September 2026, 17.47 WITA

Mobil-mobil Legendaris Dihentikan Produksi, Harga Bekasnya Masih Kompetitif
Sabtu, 26 September 2026, 17.47 WITA

Mengisi Baterai Semalaman: Aman atau Berisiko?
Sabtu, 26 September 2026, 17.45 WITA
Penyu Laut Langka Bertelur di Pantai California, Pertama Kali Diamati Secara Alami
Sabtu, 26 September 2026, 17.39 WITA

Australia Bentuk Satgas Tangani Akses AI Ilegal ke Data Kesehatan
Sabtu, 26 September 2026, 17.37 WITA

