Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

NASA Siap Uji Pesawat X-Plane Baru untuk Terbang Supercepat dan Super Tinggi

NASA memperbarui program eksperimental X-plane dengan desain pesawat baru yang menyerupai SR-71, bertujuan mencapai kecepatan dan ketinggian ekstrem tanpa mengorbankan kemampuan operasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 15.20 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 6x dibuka
NASA Siap Uji Pesawat X-Plane Baru untuk Terbang Supercepat dan Super Tinggi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - NASA kini mempercepat pengembangan armada pesawat eksperimental generasi baru, menandai kembalinya fokus pada penerbangan berkecepatan tinggi dan ketinggian ekstrem. Dalam paparannya, Administrator NASA Jared Isaacman mengungkapkan bahwa program X-plane kembali diprioritaskan sebagai bagian dari inisiatif aeronautika terbaru. Ia menegaskan bahwa X-59, yang saat ini menjadi sorotan karena kemampuannya mengurangi suara ledakan sonik, hanyalah langkah awal dalam perjalanan lebih jauh.

Desain pesawat yang ditampilkan dalam presentasi menunjukkan bentuk yang menyerupai SR-71 Blackbird, dengan siluet panjang, sayap menyapu ke belakang tajam, dan bodi yang mengalir mulus. Meskipun belum dikonfirmasi sebagai prototipe nyata, gambar tersebut menggambarkan visi NASA untuk membangun pesawat yang mampu terbang lebih tinggi dan lebih cepat dibandingkan pendahulunya. Kemampuan tersebut dirancang untuk mengatasi tantangan pertahanan udara modern yang semakin canggih.

Isaacman menekankan bahwa fokus utama bukan hanya pada kecepatan, tetapi juga pada inovasi dalam desain badan pesawat dan sistem propulsi. Ia menyatakan komitmen NASA untuk terus menguji penerbangan di batas-batas teknologi, bekerja sama erat dengan sektor industri. Dengan demikian, proyek X-plane tidak hanya mengeksplorasi aerodinamika, tetapi juga mengintegrasikan berbagai teknologi pendukung yang diperlukan untuk operasi di atmosfer tinggi dan kecepatan hipersonik.

Meskipun pesawat baru ini tidak secara langsung diklaim sebagai SR-72 atau turunan dari konsep Lockheed Martin, kemunculannya menunjukkan kesinambungan dalam upaya mempertahankan dominasi teknologi penerbangan militer dan pengintaian udara. Dengan kemampuan SR-71 yang pernah menghindari sistem pertahanan udara lawan pada masa lalu, kini tantangan muncul dari sistem canggih seperti HQ-29, HQ-19, S-500, dan A-235 yang dikembangkan oleh China dan Rusia.

Pengembangan pesawat berkecepatan tinggi kini menghadapi tantangan baru, terutama karena keterbatasan kemampuan tempur Rusia saat ini yang tidak sekuat era Uni Soviet. Meski sedang mengembangkan pesawat penghambat generasi berikutnya, proyek tersebut mengalami penundaan signifikan. Dengan demikian, meski pesawat seperti SR-71 pernah menjadi simbol dominasi teknis, kelayakannya dalam konteks pertahanan modern tetap menjadi bahan pertimbangan serius.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya