Guruh Soekarnoputra Dimakamkan Mengenakan Kain Favorit Ibunya
Jenazah Guruh Soekarnoputra dimakamkan di TPU Karet Bivak setelah Zuhur, mengenakan kain kesayangan ibunya, Fatmawati, sesuai keinginan terakhirnya.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 15.38 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Jenazah tokoh budaya dan politik nasional, Guruh Soekarnoputra, dikafani dengan kain tradisional yang menjadi favorit almarhumah ibundanya, Fatmawati. Keputusan ini diungkapkan langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2020–2024, Sandiaga Uno, saat berada di rumah duka. Ia menegaskan bahwa pemakaman dilakukan sesuai pesan terakhir almarhum, yang menyampaikan keinginan untuk dimakamkan di samping Fatmawati di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat.
Pemakaman dilaksanakan pada Sabtu (26/9) setelah shalat Zuhur, setelah sebelumnya almarhum meninggal dunia dalam usia 73 tahun. Ia menghembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Siloam Semanggi, Jakarta. Kabar berpulangnya tokoh yang merupakan anak bungsu Presiden RI pertama, Soekarno, disampaikan secara resmi oleh Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, dengan doa dan ucapan duka cita yang mendalam.
Guruh Soekarnoputra lahir pada 13 Januari 1953 di Jakarta, dan merupakan adik kandung mantan Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri. Ia menempuh pendidikan di Perguruan Cikini, lalu melanjutkan ke SMA Negeri 25 Jakarta. Pendidikan tinggi dilanjutkan di University of Amsterdam, tempat ia menempuh studi Arkeologi hingga 1974. Ia kemudian melanjutkan studi sarjana di Ilmu Administrasi Negara di STIAMI dan meraih gelar Magister Manajemen pada 2010.
Sejak awal karier, Guruh dikenal sebagai sosok kreatif yang berperan penting dalam dunia seni Indonesia. Ia mendirikan berbagai grup musik legendaris seperti Swara Mahardika, GSP Production, Guruh Gipsy, dan Gank Pegangsaan bersama tokoh-tokoh musik ternama seperti Keenan Nasution, Abadi Soesman, dan Chrisye. Banyak lagu karya kreatifnya yang menjadi ikon budaya nasional, termasuk Kala Sang Surya Tenggelam, Melati Suci, dan Zamrud Khatulistiwa.
Dalam perjalanan politik, Guruh aktif di PDIP sejak 1982, kemudian menjadi anggota DPR RI periode 1999–2024 dari daerah pemilihan Jawa Timur. Ia juga pernah menikah dengan Guseynova Sabina Padmavati dari Uzbekistan pada 2002, namun berpisah pada 2009. Kehidupannya yang sarat warisan budaya dan politik dikenang sebagai bagian penting dari sejarah bangsa.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

QRIS Capai 67 Juta Pengguna, Tunai Masih Diperlukan di Daerah Tertinggal
Sebanyak 67 juta orang kini menggunakan QRIS, namun uang tunai tetap menjadi pilihan utama di wilayah terdepan dan terluar yang belum tersentuh infrastruktur digital.
26 September 2026

Penemuan Harta Karun Emas 16 Kg di Sawah Klaten
Petani Klaten menemukan harta karun emas 16 kilogram saat menggali sawah untuk perbaikan irigasi, hasil temuan yang kini menjadi arkeologi terbesar di Indonesia.
26 September 2026

Kekayaan Rp867 Triliun Diserahkan ke Yayasan Tanpa Ahli Waris
Konglomerat Jerman Klaus-Michael Kühne meninggal tanpa keturunan, meninggalkan aset senilai US$49 miliar yang akan dikelola oleh yayasan filantropi yang didirikannya.
26 September 2026

Lebak Bulus Dijadikan Kawasan Park and Ride Skala Besar
MRT Jakarta berencana mengembangkan Lebak Bulus sebagai kawasan park and ride bertaraf besar untuk mengurangi kemacetan di pusat kota.
26 September 2026
Berita Lainnya

Paspor Dibungkus Alumunium, Apakah Benar Cegah Pencurian Data?
Sabtu, 26 September 2026, 17.53 WITA

Makanan Sehat untuk Hamster: Panduan Lengkap dari Pelet hingga Camilan
Sabtu, 26 September 2026, 17.50 WITA

SIM Wajib Diperpanjang Tiap 5 Tahun, Bukan Karena Administrasi
Sabtu, 26 September 2026, 17.48 WITA

Pemutihan Pajak Kendaraan Jateng Berlanjut Hingga Desember 2026
Sabtu, 26 September 2026, 17.47 WITA

Mobil-mobil Legendaris Dihentikan Produksi, Harga Bekasnya Masih Kompetitif
Sabtu, 26 September 2026, 17.47 WITA

Mengisi Baterai Semalaman: Aman atau Berisiko?
Sabtu, 26 September 2026, 17.45 WITA
Penyu Laut Langka Bertelur di Pantai California, Pertama Kali Diamati Secara Alami
Sabtu, 26 September 2026, 17.39 WITA

Australia Bentuk Satgas Tangani Akses AI Ilegal ke Data Kesehatan
Sabtu, 26 September 2026, 17.37 WITA

