Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Lebak Bulus Dijadikan Kawasan Park and Ride Skala Besar

MRT Jakarta berencana mengembangkan Lebak Bulus sebagai kawasan park and ride bertaraf besar untuk mengurangi kemacetan di pusat kota.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 15.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Lebak Bulus Dijadikan Kawasan Park and Ride Skala Besar📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - MRT Jakarta tengah menyiapkan pengembangan kawasan park and ride di Lebak Bulus dengan skala lebih luas, sebagai langkah strategis menekan volume kendaraan pribadi yang masuk ke area pusat Jakarta. Titik ini dipilih karena berstatus sebagai ujung selatan jaringan MRT yang telah beroperasi, serta telah memiliki aset parkir yang dikelola secara langsung oleh perusahaan. Tujuannya adalah mendorong masyarakat untuk memarkir kendaraan pribadi di kawasan penyangga sebelum melanjutkan perjalanan dengan transportasi umum.

Kepala Divisi Property Management MRT Jakarta, M Iqbal Bimo Arifianto, menegaskan bahwa konsep ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap mobil pribadi saat menuju pusat kota. Ia menekankan pentingnya aksesibilitas yang baik antara area parkir dan Stasiun MRT Lebak Bulus. Salah satu alternatif yang sedang dipertimbangkan adalah pembangunan jembatan penghubung langsung dari kawasan parkir menuju stasiun, yang akan mempercepat perpindahan moda dan meningkatkan kenyamanan pengguna.

Dalam jangka panjang, rencana pengembangan Lebak Bulus tidak hanya berfokus pada fungsi parkir, tetapi juga akan diarahkan sebagai kawasan mixed-use dengan berbagai aktivitas ekonomi dan sosial. Kemungkinan pengembangan mencakup hunian vertikal seperti apartemen, rumah susun, hotel, hingga fasilitas komersial lainnya. Namun, bentuk akhir dan skema pengembangan masih dalam proses kajian, termasuk mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan konsistensi dengan pola pergerakan di wilayah tersebut.

Pengembangan tersebut tidak dapat dilakukan secara mandiri oleh MRT Jakarta sebagai BUMD, sehingga diperlukan kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Iqbal menekankan bahwa MRT hanya memiliki instrumen 'pull' berupa insentif dan kemudahan akses, sementara pemerintah diperlukan sebagai pelaku 'push' melalui kebijakan seperti regulasi parkir atau pembatasan kendaraan di kawasan strategis. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan konsep ini bergantung pada sinergi antara kebijakan publik, investasi swasta, dan partisipasi masyarakat.

Dengan konsep yang terintegrasi, Lebak Bulus diharapkan tidak hanya menjadi titik transisi kendaraan, tetapi juga menjadi kawasan dinamis yang terhubung langsung dengan sistem transportasi massal. Meski belum ada keputusan final, langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis MRT Jakarta dalam menciptakan mobilitas berkelanjutan di ibu kota.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya