Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Brightline Siap Ajukan Kepailitan untuk Restrukturisasi Utang

Perusahaan kereta cepat Brightline berencana mengajukan kebangkrutan Chapter 11 untuk merestrukturisasi utang senilai US$5,5 miliar, sambil mempertahankan operasional layanan kereta.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 17.32 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
Brightline Siap Ajukan Kepailitan untuk Restrukturisasi Utang📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Brightline, operator kereta antarkota swasta terbesar di Amerika Serikat, sedang mempersiapkan pengajuan kebangkrutan berdasarkan ketentuan Chapter 11 di New Jersey dalam waktu dekat. Langkah ini merupakan respons terhadap tekanan utang yang mencapai US$5,5 miliar atau sekitar Rp98,45 triliun, dengan kurs rata-rata Rp17.900 per dolar AS. Rencana tersebut muncul setelah negosiasi selama lebih dari satu tahun dengan para kreditur untuk restrukturisasi di luar jalur pengadilan gagal mencapai kesepakatan. Perusahaan yang didukung Fortress Investment Group ini berencana memangkas beban utang menjadi sekitar US$2,7 miliar atau setara Rp48,33 triliun sebagai bagian dari rencana pemulihan keuangan.

Untuk memastikan kelangsungan layanan, entitas operasional Brightline akan tetap berdiri di luar proses kepailitan, sementara restrukturisasi modal dilakukan melalui perusahaan induk yang mengajukan pailit. Proses ini diproyeksikan akan menyelesaikan kesepakatan dukungan restrukturisasi (restructuring support agreement) paling cepat dalam pekan ini. Sejumlah kreditur, termasuk Assured Guaranty, BlackRock, First Eagle, Invesco, Nomura, dan Nuveen, telah menyetujui pendanaan keluar dari kepailitan (exit financing) senilai US$490 juta atau sekitar Rp8,77 triliun. Sementara itu, utang senior yang dijamin tetap dipertahankan sebesar US$2,2 miliar atau sekitar Rp39,38 triliun dalam struktur perusahaan yang telah direorganisasi.

Pencapaian target penumpang yang awalnya diproyeksikan mencapai 4,5 juta per tahun pada 2026 untuk rute Miami-Orlando kini jauh dari realisasi. Hingga Agustus 2026, jumlah penumpang jarak jauh hanya mencapai sekitar 1,4 juta orang. Meskipun pertumbuhan bulanan menunjukkan peningkatan 4% pada Agustus, dengan jumlah penumpang mencapai 262.385 orang, angka ini dinilai belum cukup untuk menutup beban utang yang sangat tinggi. Perusahaan sebelumnya telah mengeluarkan peringatan going concern pada April 2026, menandakan adanya risiko likuiditas yang mengancam kelangsungan usaha.

Pengajuan kepailitan juga terpicu oleh persaingan antar pemegang obligasi kota senior, perusahaan penjamin, dan kreditur junior dalam menawarkan skema pendanaan kompetitif, baik untuk mencegah kebangkrutan maupun untuk mendukung proses kepailitan itu sendiri. Selain tantangan keuangan, Brightline juga menghadapi sejumlah gugatan cedera pribadi terkait kecelakaan fatal di jalur relnya, meskipun hingga saat ini perusahaan belum dinyatakan bersalah dalam kasus-kasus tersebut.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya