Kekayaan Rp867 Triliun Diserahkan ke Yayasan Tanpa Ahli Waris
Konglomerat Jerman Klaus-Michael Kühne meninggal tanpa keturunan, meninggalkan aset senilai US$49 miliar yang akan dikelola oleh yayasan filantropi yang didirikannya.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 17.31 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 5x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Klaus-Michael Kühne, pendiri Kühne Foundation, wafat pada 24 Agustus 2026 di usia 89 tahun di rumah pribadinya di Schindellegi, Swiss, setelah menjalani perawatan medis jangka panjang. Kematian sang konglomerat menghadirkan perhatian global terhadap warisan kekayaan yang diperkirakan mencapai US$49 miliar, setara dengan sekitar Rp867 triliun. Harta tersebut tidak ditinggalkan untuk keluarga, karena Kühne tidak memiliki anak sebagai pewaris langsung.
Seluruh aset yang ditinggalkan akan dialihkan secara penuh ke Kühne Foundation, yayasan filantropi yang didirikan bersama orang tuanya pada tahun 1976. Yayasan ini bukan sekadar penerima warisan, melainkan institusi strategis yang telah menjadi pengelola kekayaan sejak puluhan tahun lalu. Struktur hukum dan kepemilikan telah direncanakan secara matang agar bisnis-bisnis besar tetap berjalan tanpa intervensi keluarga, tetapi dengan fokus pada tujuan sosial dan kemanusiaan.
Portofolio Kühne Holding AG mencakup kepemilikan strategis di sejumlah perusahaan besar dunia, termasuk Kühne+Nagel—perusahaan logistik global yang didirikan oleh kakeknya—serta saham dominan di Hapag-Lloyd, Lufthansa, Brenntag, Flix, dan Aenova. Selain itu, terdapat aset properti dan bisnis hotel yang turut masuk dalam alih waris. Perusahaan-perusahaan ini kini melayani lebih dari 100 negara dengan jaringan kerja mencapai 88.000 karyawan.
Kühne dikenal bukan hanya sebagai pengusaha, tetapi juga sebagai tokoh filantropi yang berpengaruh. Ia membangun portofolio investasi yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga berkontribusi terhadap kemajuan transportasi dan logistik di Eropa. Investasi awalnya di VTG, perusahaan penyewaan gerbong kereta terbesar Eropa, yang dibeli seharga €160 juta pada 2016, berhasil dijual dengan keuntungan besar dua tahun kemudian. Dengan struktur warisan ini, Kühne Foundation berpotensi menjadi salah satu yayasan filantropi dengan aset terbesar di benua Eropa.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

QRIS Capai 67 Juta Pengguna, Tunai Masih Diperlukan di Daerah Tertinggal
Sebanyak 67 juta orang kini menggunakan QRIS, namun uang tunai tetap menjadi pilihan utama di wilayah terdepan dan terluar yang belum tersentuh infrastruktur digital.
26 September 2026

Penemuan Harta Karun Emas 16 Kg di Sawah Klaten
Petani Klaten menemukan harta karun emas 16 kilogram saat menggali sawah untuk perbaikan irigasi, hasil temuan yang kini menjadi arkeologi terbesar di Indonesia.
26 September 2026

Lebak Bulus Dijadikan Kawasan Park and Ride Skala Besar
MRT Jakarta berencana mengembangkan Lebak Bulus sebagai kawasan park and ride bertaraf besar untuk mengurangi kemacetan di pusat kota.
26 September 2026

Guruh Soekarnoputra Dimakamkan Mengenakan Kain Favorit Ibunya
Jenazah Guruh Soekarnoputra dimakamkan di TPU Karet Bivak setelah Zuhur, mengenakan kain kesayangan ibunya, Fatmawati, sesuai keinginan terakhirnya.
26 September 2026
Berita Lainnya

Paspor Dibungkus Alumunium, Apakah Benar Cegah Pencurian Data?
Sabtu, 26 September 2026, 17.53 WITA

Makanan Sehat untuk Hamster: Panduan Lengkap dari Pelet hingga Camilan
Sabtu, 26 September 2026, 17.50 WITA

SIM Wajib Diperpanjang Tiap 5 Tahun, Bukan Karena Administrasi
Sabtu, 26 September 2026, 17.48 WITA

Pemutihan Pajak Kendaraan Jateng Berlanjut Hingga Desember 2026
Sabtu, 26 September 2026, 17.47 WITA

Mobil-mobil Legendaris Dihentikan Produksi, Harga Bekasnya Masih Kompetitif
Sabtu, 26 September 2026, 17.47 WITA

Mengisi Baterai Semalaman: Aman atau Berisiko?
Sabtu, 26 September 2026, 17.45 WITA
Penyu Laut Langka Bertelur di Pantai California, Pertama Kali Diamati Secara Alami
Sabtu, 26 September 2026, 17.39 WITA

Australia Bentuk Satgas Tangani Akses AI Ilegal ke Data Kesehatan
Sabtu, 26 September 2026, 17.37 WITA

