Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

SBY Kenang Guruh sebagai Seniman Nasional yang Abadi

Presiden ke-6 Indonesia mengungkapkan duka mendalam atas kepergian Guruh Soekarnoputra, menyebutnya tokoh seni dan budayawan besar yang mencintai tanah air melalui karya abadi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 15.37 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
SBY Kenang Guruh sebagai Seniman Nasional yang Abadi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Republik Indonesia periode 2004–2014, Susilo Bambang Yudhoyono, menyampaikan rasa bela sungkawa mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra. Ia menilai almarhum bukan hanya putra Proklamator, tetapi sosok yang mengukir jejak panjang dalam dunia seni dan budaya Indonesia. Melalui berbagai bentuk ekspresi, mulai dari musik hingga seni lukis, Guruh menunjukkan keterikatan mendalam terhadap bangsa dan negara.

SBY mengapresiasi karya-karya musik Guruh yang telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat, khususnya lagu-lagu ikonik seperti *Kala Sang Surya Tenggelam* dan *Galih dan Ratna*, yang dinyanyikan oleh Chrisye. Menurutnya, melalui karya-karya tersebut, Guruh menyampaikan pesan kebangsaan yang mendalam dan penuh semangat nasionalisme. Ia menekankan bahwa cinta tanah air yang ditunjukkan almarhum bukan sekadar retorika, melainkan terwujud dalam tindakan dan karya nyata.

Dalam momen silaturahmi khusus di Istana Negara saat menjabat presiden, SBY mengenang diskusi panjang dengan Guruh yang tidak menyentuh isu politik, melainkan fokus pada peran seni dan budaya sebagai alat memperkuat identitas bangsa. Hubungan kedua tokoh ini tetap terjaga hingga dua tahun terakhir, saat keduanya berpartisipasi dalam pameran seni lukis. Mereka berdiskusi santai tentang gaya realis yang sama-sama digemari, menunjukkan kedekatan yang berlangsung secara tulus dan berkesan.

SBY juga mengenang Guruh sebagai anggota parlemen yang taat dan peduli terhadap aspirasi rakyat. Ia menekankan bahwa peran politik almarhum di legislatif tidak lepas dari semangat kebangsaan dan dedikasi terhadap masyarakat. Baginya, kehadiran Guruh dalam kehidupan publik, baik di panggung seni maupun ruang politik, merupakan warisan yang tak ternilai.

Pemakaman almarhum direncanakan setelah shalat zuhur di TPU Karet Bivak, Jakarta. SBY mengucapkan doa terakhir dengan harapan almarhum diterima di sisi Tuhan dan mendapatkan ketenangan. Ia menuturkan bahwa kepergian Guruh bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh bangsa yang kehilangan sosok seniman berjiwa besar dan nasionalis sejati.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya