Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Literasi Keuangan Digital Masuk Kurikulum Sekolah

OJK dan Kemendikdasmen resmi integrasikan literasi keuangan digital ke dalam kurikulum melalui bahan ajar fase E dan F, dengan tujuan membangun generasi muda yang cakap, bijak, dan terlindungi dari risiko finansial.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 15.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Literasi Keuangan Digital Masuk Kurikulum Sekolah📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menandatangani kerja sama strategis untuk menyisipkan literasi keuangan digital dalam proses pembelajaran di sekolah. Langkah ini dilakukan melalui penerapan Bahan Ajar Literasi Keuangan Fase E dan F, yang dirancang khusus untuk mengintegrasikan pemahaman tentang ekosistem keuangan digital ke dalam mata pelajaran inti seperti ekonomi, matematika, serta kegiatan kokurikuler.

Kegiatan ini diselenggarakan dalam kerangka upaya pencegahan dini terhadap praktik keuangan berisiko yang kian marak, seperti pinjaman online ilegal, penipuan digital, dan judi daring. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan OJK menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap model bisnis dalam ekosistem keuangan digital, sebagai bentuk perlindungan terhadap generasi muda yang semakin terpapar teknologi finansial.

Dalam pemaparannya, ia menyoroti bahwa pemahaman keuangan yang baik tidak hanya mencegah kerugian, tetapi juga mendorong produktivitas dan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Generasi muda yang cakap, bijak, dan terlindungi dari risiko finansial diharapkan mampu membuat keputusan keuangan yang tepat, sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan, serta mampu menciptakan nilai tambah dalam kehidupan ekonomi.

Bahan ajar tersebut telah disusun oleh tim OJK bersama pakar pendidikan dan akan tersedia secara gratis melalui platform Rumah Pendidikan. Layanan ini memungkinkan akses universal terhadap materi pembelajaran, termasuk buku-buku pendukung non-teks seperti literasi keuangan syariah, yang dirancang untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya