Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Penemuan Harta Karun Emas 16 Kg di Sawah Klaten

Petani Klaten menemukan harta karun emas 16 kilogram saat menggali sawah untuk perbaikan irigasi, hasil temuan yang kini menjadi arkeologi terbesar di Indonesia.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Penemuan Harta Karun Emas 16 Kg di Sawah Klaten📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pada Oktober 1990, Cipto Suwarno, petani dari Desa Wonoboyo, Klaten, melakukan penggalian tanah di lahan sawahnya untuk mengatasi masalah irigasi akibat perubahan kondisi lingkungan sekitar. Proses yang awalnya hanya demi menyelesaikan masalah air ini justru berujung pada penemuan luar biasa. Saat cangkulnya menemui hambatan di kedalaman sekitar 2,5 meter, ia terkejut menemukan benda keras yang ternyata bukan batu, melainkan guci keramik yang dilapisi emas.

Teriakan spontan “Emas, emas, emass!!!” menjadi awal dari peristiwa yang mengguncang desa dan kemudian melibatkan pihak berwenang. Setelah dilakukan penggalian lanjutan di bawah pengawasan pejabat desa, ditemukan sejumlah benda berharga dari emas, mencapai total berat 16 kilogram. Barang-barang tersebut mencakup bokor gembung, tutup bokor, gayung, baki, gelang, mangkuk, pipa rokok, guci besar dan kecil, cincin, piring, subang, tas tangan, keris, manik-manik, serta uang logam.

Temuan ini kemudian dikenal sebagai Harta Karun Wonoboyo, salah satu penemuan arkeologi emas terbesar dalam sejarah Indonesia. Berdasarkan analisis bentuk dan motif, para arkeolog menafsirkan bahwa semua benda berasal dari periode akhir abad ke-9 hingga pertengahan abad ke-10. Salah satu mangkuk emas menampilkan relief kisah Ramayana, sementara koin emas memiliki tulisan “Saragi Diah Bunga”, menunjukkan keterkaitan dengan kerajaan kuno di Jawa.

Temuan ini memberikan bukti kuat tentang peran emas dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Jawa kuno. Emas bukan sekadar simbol kekayaan, tetapi juga bagian dari kebiasaan sehari-hari, termasuk dalam transaksi besar seperti jual beli tanah. Kebiasaan ini juga tercatat dalam sumber-sumber kuno seperti Nagarakertagama dan catatan penjelajah asing, yang menyebutkan raja Jawa dan pengawalnya mengenakan emas dari ujung kepala hingga kaki, bahkan anjing peliharaan dilengkapi gelang emas.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya