Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BEI Hentikan Perdagangan Saham ASPI, SINI, dan IDEA untuk Stabilkan Pasar

Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan tiga emiten karena lonjakan harga yang ekstrem, demi perlindungan investor dan menjaga stabilitas pasar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
BEI Hentikan Perdagangan Saham ASPI, SINI, dan IDEA untuk Stabilkan Pasar📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil langkah antisipatif dengan menghentikan perdagangan saham PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI), PT Singaraja Putra Tbk (SINI), dan PT Idea Indonesia Akademi Tbk (IDEA) secara sementara. Keputusan ini diambil menyusul kenaikan harga kumulatif yang signifikan dalam periode singkat, yang dinilai berpotensi menimbulkan volatilitas berlebihan di pasar modal. Suspensi berlaku sejak perdagangan sesi I hari ini, Kamis, 24 September 2026, meliputi pasar reguler dan pasar tunai.

Kenaikan harga yang terjadi mencatat rekor tinggi dalam jangka waktu singkat. Saham IDEA melonjak 138% dalam sebulan terakhir, mencapai level Rp148 per lembar, dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp157,2 miliar. ASPI mengalami kenaikan 97,3% selama sebulan, menyentuh Rp750 per saham, dan memiliki kapitalisasi pasar Rp512,8 miliar. Sementara itu, SINI melonjak 109,1% dalam sebulan terakhir, mencapai harga Rp18.300 per saham dengan nilai pasar mencapai Rp22 triliun.

Tujuan utama dari suspensi adalah memberikan ruang bagi pelaku pasar untuk melakukan penilaian ulang secara matang, tanpa tekanan emosional dari pergerakan harga yang ekstrem. BEI menekankan pentingnya keterbukaan informasi sebagai dasar pengambilan keputusan investasi. Manajemen BEI meminta seluruh pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan informasi resmi yang disampaikan oleh emiten terkait.

Langkah ini merupakan bagian dari mekanisme perlindungan investor yang diterapkan BEI untuk mencegah terjadinya spekulasi berlebihan dan menjaga integritas pasar. Dengan adanya jeda perdagangan, diharapkan terjadi penyesuaian harga yang lebih seimbang dan memungkinkan investor untuk mengevaluasi fundamental perusahaan secara lebih mendalam sebelum kembali melakukan transaksi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya