KKP Diminta Buka Alasannya Segel Udang Ribu Ton
Anggota DPR minta transparansi penyegelan ribuan ton udang di Jawa Timur, menekankan perlunya kepastian hukum dan prosedur yang jelas.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 21.22 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 5x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Kementerian Kelautan dan Perikanan kembali menjadi sorotan setelah melakukan penyegelan terhadap lebih dari 1.000 ton udang di wilayah Jawa Timur. Tindakan ini dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Dirjen PSDKP) sebagai bagian dari upaya pemeriksaan dugaan pelanggaran. KKP menyatakan bahwa penyegelan dilakukan sambil menunggu hasil koordinasi dengan Direktorat Jenderal Pajak untuk menelusuri kemungkinan ketidakpatuhan perpajakan.
Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PKS, Johan Rosihan, menegaskan kekhawatiran atas transparansi proses penyegelan. Ia menilai bahwa meskipun kewenangan pengawasan merupakan bagian dari tugas KKP, pelaksanaannya harus sesuai aturan hukum, terukur, dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap industri lokal dan masyarakat. Ia menekankan bahwa penegakan hukum tidak boleh mengorbankan keberlangsungan usaha dan kesejahteraan pekerja.
Johan meminta Dirjen PSDKP secara terbuka mengungkapkan dasar hukum, jenis pelanggaran yang diduga, status barang hasil penyegelan, serta tahapan pemeriksaan yang sedang berjalan. Ia menekankan pentingnya kejelasan agar tidak terjadi ketidakpastian hukum yang dapat merugikan pelaku usaha, pemasok, hingga masyarakat di daerah terdampak. Jika terbukti ada pelanggaran, penanganan harus tegas. Namun, jika tidak, kepastian hukum harus segera diberikan.
Pemerintah diminta menjaga keseimbangan antara pengawasan ketat dan perlindungan terhadap industri perikanan nasional. Johan menegaskan bahwa pengawasan tidak boleh menghambat produktivitas atau menimbulkan krisis ekonomi di daerah yang bergantung pada sektor udang. Tujuan utama adalah menjaga keberlanjutan budidaya lokal tanpa mengorbankan prinsip hukum dan keadilan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Bangkok Dilanda Banjir Besar, 50 Distrik Ditetapkan Darurat
Pemerintah Bangkok menetapkan status bencana di 50 distrik akibat hujan deras tiga hari berturut-turut yang memicu banjir parah, memaksa warga terjebak di rumah dan memicu kekhawatiran atas dampak lebih besar dibandingkan banjir 2011.
26 September 2026

Ida Fauziyah Ajak Warga Lenteng Agung Jaga Persatuan Melalui Empat Pilar
Anggota MPR Ida Fauziyah mengajak masyarakat Lenteng Agung memperkuat persatuan melalui pemahaman mendalam terhadap Empat Pilar Kebangsaan.
26 September 2026

Lounge Bandara Terbaik Dunia 2026: Empat dari Asia Tenggara Masuk Peringkat
Coral Cosmo Lounge di Bangkok menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara dalam daftar 10 lounge bandara independen terbaik dunia versi Skytrax 2026.
26 September 2026

Vaksin HPV untuk Dewasa Masih Efektif, Ini Penjelasan Medis
Vaksin HPV tetap memberikan perlindungan tinggi meski diberikan pada usia dewasa, bahkan bagi yang pernah terpapar virus sebelumnya.
26 September 2026
Berita Lainnya

300 Anak Yatim Doakan Timnas, Kemenangan 2-0 Terwujud
Sabtu, 26 September 2026, 21.25 WITA

MotoGP 2027 Resmi Rilis, Mandalika Jadi Tuan Rumah untuk Kelima Kalinya
Sabtu, 26 September 2026, 21.25 WITA
Paus Leo Soroti Pentingnya Kebebasan Pers di Tengah Tegangan Media dan Pemerintah
Sabtu, 26 September 2026, 21.24 WITA

Pezeshkian: Pertemuan dengan Trump Tak Realistis Tanpa Hentikan Ancaman
Sabtu, 26 September 2026, 21.23 WITA

Taman Delhi Dibatasi Malam Hari Pasca Pemerkosaan Remaja
Sabtu, 26 September 2026, 21.23 WITA

KPK Periksa Saksi Terkait Mekanisme Proyek di Bekasi dan Peran Ipda Yayat
Sabtu, 26 September 2026, 21.23 WITA

APHI Dukung Koreksi Aturan Bakar Lahan untuk Cegah Karhutla
Sabtu, 26 September 2026, 21.23 WITA

Relawan Tegaskan Penolakan Gugatan Ijazah Gibran di MK
Sabtu, 26 September 2026, 21.22 WITA

