Warga Kritis Akibat Kekerasan di Lokasi Tambang Nikel Kolut
Seorang warga asal Kolaka Utara mengalami luka serius diduga akibat penganiayaan saat melakukan peliputan terkait pembayaran lahan di area operasional PT Kasmar Tiar Raya, kini dalam perawatan intensif di RS Jafar Harun.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 21.00 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
📷 MediaKendariKendari, ıNarasikita - Seorang warga bernama M. Nawir kini dirawat secara intensif di Rumah Sakit Jafar Harun, Kolaka Utara, setelah dugaan penganiayaan yang menimpanya di kawasan pertambangan nikel milik PT Kasmar Tiar Raya. Peristiwa tersebut terjadi saat ia diduga sedang melakukan dokumentasi aktivitas terkait pembayaran tanah di wilayah operasional perusahaan. Kondisi korban dikabarkan kritis, dengan luka-luka serius yang memerlukan penanganan medis mendesak.
Kasus ini mencuat setelah muncul informasi bahwa Kepala Desa setempat, Herman, diduga memiliki keterkaitan ganda sebagai perwakilan kehumasan PT Kasmar Tiar Raya. Keterlibatan jabatan publik dengan perusahaan tambang menimbulkan kekhawatiran atas potensi konflik kepentingan dan pelanggaran prinsip transparansi. Publik menilai pentingnya klarifikasi mengenai peran aktif oknum tersebut dalam dinamika sosial dan keamanan di wilayah pertambangan.
PT Kasmar Tiar Raya, pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) operasi produksi nikel, memiliki wilayah operasional seluas sekitar 955 hektare di Kabupaten Kolaka Utara dengan masa berlaku hingga 21 Juni 2031. Aktivitas perusahaan telah lama menjadi perhatian publik, bukan hanya karena dampak lingkungan, tetapi juga isu-isu sosial seperti pengelolaan lahan dan hubungan dengan masyarakat sekitar. Insiden yang menimpa M. Nawir diperkirakan memiliki kaitan erat dengan dinamika tersebut.
Penyidikan terhadap dugaan penganiayaan tetap harus dilakukan secara objektif dan transparan oleh aparat penegak hukum. Proses hukum harus mengungkap kronologi kejadian, motif, serta siapa saja pihak yang terlibat, termasuk kemungkinan kaitannya dengan kegiatan pertambangan atau persoalan pembayaran lahan. Masyarakat menuntut kejelasan atas peran Kepala Desa Herman, serta penjelasan resmi dari perusahaan mengenai keterlibatan oknum yang diduga menjalankan fungsi kehumasan sekaligus jabatan pemerintahan desa.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari PT Kasmar Tiar Raya mengenai dugaan keterlibatan perusahaan atau oknum terkait insiden tersebut. Sementara itu, masyarakat dan lembaga pengawas menyerukan perlindungan terhadap warga yang beraktivitas dalam konteks peliputan atau pengaduan sosial di wilayah operasional tambang. Keterbukaan informasi dan keadilan hukum menjadi kunci untuk menyelesaikan kasus ini secara menyeluruh.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rahmat Erwin Pecahkan Rekor Dunia, Bawa Emas Angkat Besi untuk Indonesia
Atlet angkat besi Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah, keluar sebagai juara kelas 75 kg putra di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan total angkatan 366 kilogram, mencatatkan rekor dunia baru.
26 September 2026

Kades Diduga Aniaya Jurnalis Saat Liputan Pembayaran Lahan
Seorang jurnalis dianiaya hingga kritis saat meliput pembayaran lahan oleh perusahaan di Kolaka Utara, diduga oleh oknum kepala desa yang juga menjabat sebagai humas perusahaan tersebut.
26 September 2026

Kades Mekuasseng Diduga Pukul Jurnalis hingga Tak Sadar di RS Jafar Harun
Seorang jurnalis investigasi asal Sulawesi Tenggara dilaporkan mengalami luka serius akibat penganiayaan diduga dilakukan oknum Kepala Desa Mekuasseng, kini dirawat intensif di RS Jafar Harun Kolaka Utara.
26 September 2026

Kejagung Tetapkan 4 Tersangka Kasus Korupsi Nikel di Kolaka
Kejaksaan Agung menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola nikel di PT CNI Kolaka yang merugikan negara hingga Rp 401 miliar.
26 September 2026
Berita Lainnya

300 Anak Yatim Doakan Timnas, Kemenangan 2-0 Terwujud
Sabtu, 26 September 2026, 21.25 WITA

MotoGP 2027 Resmi Rilis, Mandalika Jadi Tuan Rumah untuk Kelima Kalinya
Sabtu, 26 September 2026, 21.25 WITA
Paus Leo Soroti Pentingnya Kebebasan Pers di Tengah Tegangan Media dan Pemerintah
Sabtu, 26 September 2026, 21.24 WITA

Pezeshkian: Pertemuan dengan Trump Tak Realistis Tanpa Hentikan Ancaman
Sabtu, 26 September 2026, 21.23 WITA

Taman Delhi Dibatasi Malam Hari Pasca Pemerkosaan Remaja
Sabtu, 26 September 2026, 21.23 WITA
Bangkok Dilanda Banjir Besar, 50 Distrik Ditetapkan Darurat
Sabtu, 26 September 2026, 21.23 WITA

KPK Periksa Saksi Terkait Mekanisme Proyek di Bekasi dan Peran Ipda Yayat
Sabtu, 26 September 2026, 21.23 WITA

APHI Dukung Koreksi Aturan Bakar Lahan untuk Cegah Karhutla
Sabtu, 26 September 2026, 21.23 WITA

