Mahasiswa Diminta Jaga Nilai Kebangsaan di Era Digital
Anggota DPR MPR RI ajak generasi muda kritis menyikapi informasi dan memperkuat persatuan melalui pemahaman empat pilar kebangsaan.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 21.16 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 31x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Pemuda di Palu didorong untuk menjadi subjek yang kritis dalam menghadapi informasi di era digital, dengan menghindari penyebaran hoaks dan ujaran kebencian. Anggota DPR sekaligus MPR RI menekankan pentingnya mengecek kebenaran sebelum menyebarkan informasi, serta memahami sebelum berbicara dan berpikir sebelum bertindak. Ia menekankan bahwa pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan tidak boleh berhenti pada teori, melainkan harus menjadi dasar dalam setiap tindakan sehari-hari.
Empat pilar kebangsaan—Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—ditegaskan sebagai fondasi yang harus dihidupkan dalam kehidupan nyata. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut tidak boleh hanya dijadikan bahan ujian atau pidato formal, tetapi harus tercermin dalam sikap menghargai perbedaan, menolak diskriminasi, serta menjaga kerukunan antaragama dan antar suku.
Peran generasi muda dinilai strategis dalam membangun masa depan bangsa. Ia menekankan bahwa sejarah perjuangan bangsa tidak lepas dari kontribusi pemuda, sebagaimana tercermin dari Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak persatuan di atas perbedaan. Menurutnya, semangat itu harus terus dilestarikan agar Indonesia tetap kokoh dalam menghadapi tantangan, termasuk polarisasi dan intoleransi yang muncul dari persebaran informasi tidak terverifikasi.
Dengan pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial, ia memperingatkan risiko hoaks dan provokasi yang bisa memecah belah masyarakat. Ia menekankan bahwa keberagaman—dalam agama, suku, bahasa, dan budaya—bukan ancaman, melainkan kekayaan identitas bangsa. Satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan, Bahasa Indonesia, harus menjadi landasan bersama dalam membangun harmoni sosial.
Sosialisasi empat pilar kebangsaan dilakukan sebagai bagian dari tugas MPR RI untuk membawa nilai-nilai kebangsaan dari dokumen ke dalam kehidupan masyarakat. Ia menegaskan bahwa lembaga ini akan terus hadir di tengah rakyat, berdialog dengan mahasiswa, tokoh agama, akademisi, dan berbagai elemen masyarakat. Tujuannya adalah agar nilai kebangsaan tidak hanya terpatri dalam buku, tetapi hidup dalam perilaku dan keputusan sehari-hari.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PSI Soroti Inkonsistensi DPR Soal Pemilu Serentak
PSI menyoroti ketidakkonsistenan DPR dalam menyikapi wacana pemisahan pileg dan pilpres, menilai perubahan aturan setiap pemilu mencerminkan kebijakan yang belum matang.
27 September 2026

Peringatan Hari Bhakti Postel 2026 Dibuka dengan Konferensi Global dan Aksi Sosial
Peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 digelar dengan rangkaian kegiatan yang menggabungkan diskusi teknologi, donor darah, dan lomba e-sport untuk menarik generasi muda.
27 September 2026

Komisi I DPR Minta Evaluasi Komcad Pasca Kematian ASN
Komisi I DPR mendesak evaluasi menyeluruh terhadap program Latsarmil Komcad pasca kematian ASN Kemenekraf akibat heatstroke saat latihan.
27 September 2026

Menteri PU Sidak Langsung ke Sawah Kering Bekasi
Menteri Pekerjaan Umum melakukan sidak mendadak ke sawah di Bekasi yang mengalami kekeringan selama tujuh bulan, setelah mempertanyakan keakuratan laporan positif dari jajaran Sumber Daya Air.
27 September 2026
Berita Lainnya

Tewas Diduga Tertembak Usai Tawuran, Jenazah Korban Diperiksa di RS Bhayangkara
Minggu, 27 September 2026, 23.23 WITA

Pria di Bandung Tewaskan Ibu Tiri dengan Setrum dan Pisau
Minggu, 27 September 2026, 23.22 WITA

Koalisi Sipil Desak Hentikan Paksaan ASN Ikut Latihan Militer
Minggu, 27 September 2026, 23.22 WITA

Gontor Tidak Tegur Prabowo Lewat Al-Quran, Stafsus Menag Bantah Hoaks
Minggu, 27 September 2026, 23.21 WITA

Polisi Periksa Kepatuhan SOP Usai Warga Tewas Tertembak Saat Bubarkan Tawuran
Minggu, 27 September 2026, 23.21 WITA

Polisi Siagakan Personel Hadapi Antrean Panjang di Gilimanuk
Minggu, 27 September 2026, 23.20 WITA

Syahrini Hadirkan Kolaborasi Kejutan di Pestapora 2026
Minggu, 27 September 2026, 23.20 WITA

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 79,3 Persen Jelang Dua Tahun Pemerintahan
Minggu, 27 September 2026, 23.20 WITA

