Minggu, 27 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Mahasiswa Diminta Jaga Nilai Kebangsaan di Era Digital

Anggota DPR MPR RI ajak generasi muda kritis menyikapi informasi dan memperkuat persatuan melalui pemahaman empat pilar kebangsaan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 21.16 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 31x dibuka
Mahasiswa Diminta Jaga Nilai Kebangsaan di Era Digital📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemuda di Palu didorong untuk menjadi subjek yang kritis dalam menghadapi informasi di era digital, dengan menghindari penyebaran hoaks dan ujaran kebencian. Anggota DPR sekaligus MPR RI menekankan pentingnya mengecek kebenaran sebelum menyebarkan informasi, serta memahami sebelum berbicara dan berpikir sebelum bertindak. Ia menekankan bahwa pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan tidak boleh berhenti pada teori, melainkan harus menjadi dasar dalam setiap tindakan sehari-hari.

Empat pilar kebangsaan—Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—ditegaskan sebagai fondasi yang harus dihidupkan dalam kehidupan nyata. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut tidak boleh hanya dijadikan bahan ujian atau pidato formal, tetapi harus tercermin dalam sikap menghargai perbedaan, menolak diskriminasi, serta menjaga kerukunan antaragama dan antar suku.

Peran generasi muda dinilai strategis dalam membangun masa depan bangsa. Ia menekankan bahwa sejarah perjuangan bangsa tidak lepas dari kontribusi pemuda, sebagaimana tercermin dari Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak persatuan di atas perbedaan. Menurutnya, semangat itu harus terus dilestarikan agar Indonesia tetap kokoh dalam menghadapi tantangan, termasuk polarisasi dan intoleransi yang muncul dari persebaran informasi tidak terverifikasi.

Dengan pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial, ia memperingatkan risiko hoaks dan provokasi yang bisa memecah belah masyarakat. Ia menekankan bahwa keberagaman—dalam agama, suku, bahasa, dan budaya—bukan ancaman, melainkan kekayaan identitas bangsa. Satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan, Bahasa Indonesia, harus menjadi landasan bersama dalam membangun harmoni sosial.

Sosialisasi empat pilar kebangsaan dilakukan sebagai bagian dari tugas MPR RI untuk membawa nilai-nilai kebangsaan dari dokumen ke dalam kehidupan masyarakat. Ia menegaskan bahwa lembaga ini akan terus hadir di tengah rakyat, berdialog dengan mahasiswa, tokoh agama, akademisi, dan berbagai elemen masyarakat. Tujuannya adalah agar nilai kebangsaan tidak hanya terpatri dalam buku, tetapi hidup dalam perilaku dan keputusan sehari-hari.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya