Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Api Karhutla Gunung Sumbing Tuntas Padam, Dampak Seluas 974 Hektare

Kebakaran hutan dan lahan di Gunung Sumbing yang berlangsung beberapa hari berhasil dipadamkan, menimbulkan dampak luas seluas 974 hektare di tiga kabupaten.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 21.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Api Karhutla Gunung Sumbing Tuntas Padam, Dampak Seluas 974 Hektare📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Api kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Gunung Sumbing di Jawa Tengah secara resmi telah padam setelah beberapa hari berlangsung. Proses pemadaman berhasil dilakukan di tiga wilayah administrasi, yaitu Kabupaten Wonosobo, Temanggung, dan Magelang, dengan total luas lahan terdampak mencapai 974 hektare. Penyataan ini disampaikan langsung oleh Administratur Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kedu Utara, Dimyati, pada Sabtu (24/10), yang menegaskan bahwa semua titik api telah berhasil dikendalikan.

Pemantauan masih dilakukan secara intensif oleh Perhutani, pihak pengelola basecamp, serta relawan, meskipun aktivitas kebakaran telah berhenti. Dimyati menegaskan bahwa meskipun kondisi sudah aman, upaya penyisiran dan pemantauan berkelanjutan tetap diperlukan untuk mencegah kebakaran kembali muncul. Di wilayah Temanggung, sisa titik api yang masih terdeteksi berada di Glapansari, namun kondisinya telah menunjukkan penurunan signifikan.

Secara rinci, luas lahan yang terdampak di masing-masing kabupaten tercatat sebagai berikut: Wonosobo menyumbang 362 hektare, Temanggung mencapai 344 hektare, dan Magelang terdampak sekitar 213,4 hektare. Khusus di Magelang, kebakaran terjadi di Kecamatan Kajoran dan Kaliangkrik, dengan total luas kawasan yang terbakar mencapai 213,4 hektare dari total kawasan hutan seluas 335,42 hektare. Kepala BKPH Magelang, Yulianto, menyampaikan bahwa pemadaman di wilayahnya telah selesai sejak Jumat pukul 14.00 WIB.

Upaya pemadaman dengan metode water bombing melalui helikopter harus dibatalkan karena kondisi cuaca yang tidak mendukung. Helikopter yang seharusnya melakukan operasi pengeboran air sempat melintas di atas Gunung Sumbing, namun kembali ke pangkalan karena angin kencang dan kepadatan asap. Hal ini menunjukkan betapa tantangan alam turut memengaruhi strategi penanggulangan kebakaran di kawasan pegunungan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya