AS Perketat Sanksi Energi ke Rusia Melalui RUU Baru
Kongres AS menyetujui RUU baru yang memberi Presiden kewenangan tarif hingga 100% terhadap negara pengimpor energi Rusia, sebagai respons atas invasi ke Ukraina.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 14.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mengesahkan rancangan undang-undang yang memperkuat sanksi ekonomi terhadap Rusia, khususnya dalam sektor energi. Aturan ini memberi Presiden otoritas untuk menerapkan tarif maksimal 100 persen terhadap negara-negara yang tetap membeli minyak dan gas dari Moskow, sekaligus memperluas cakupan sanksi terhadap entitas pendukung perang Rusia, termasuk bank, pejabat tinggi, dan armada pengangkut energi. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap keterlibatan Rusia dalam konflik di Ukraina yang telah berlangsung lebih dari dua tahun.
Pemungutan suara dilakukan pada Rabu, 16 September, dengan hasil 262 suara mendukung dan 159 menolak, menandai dukungan lintas partai. RUU ini sebelumnya telah disetujui oleh Senat, menjadikannya salah satu langkah legislatif terbesar AS terhadap Rusia dalam periode terakhir. Tujuannya adalah memutus aliran pendapatan yang digunakan Moskow untuk membiayai operasi militer, serta memperkuat tekanan internasional agar perang berakhir secara adil dan berkelanjutan.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sebelumnya secara langsung mengajak anggota Kongres untuk segera menyetujui rancangan ini, termasuk melalui komunikasi langsung dengan senator sebelum pengesahan di Senat. Dukungan juga datang dari 58 anggota DPR dari Partai Demokrat, yang bergabung dengan mayoritas Republikan untuk meloloskan RUU tersebut, menunjukkan solidaritas politik yang langka dalam konteks konflik global. Meski begitu, Ketua Fraksi Demokrat Hakeem Jeffries menyuarakan kekhawatiran soal potensi penyalahgunaan kewenangan tarif, menilai aturan ini membuka celah yang bisa dimanfaatkan terhadap sekutu AS.
RUU ini diberi nama sebagai penghormatan kepada mantan Senator Republik Lindsey Graham, yang meninggal pada Juli dan aktif memimpin inisiatif hukum tersebut. Ketua DPR Mike Johnson menyambut pengesahan dengan menekankan bahwa undang-undang ini akan menempatkan tekanan maksimal terhadap mesin perang Rusia, termasuk kepada Presiden Vladimir Putin. Ia menegaskan bahwa perang ini tidak boleh terus didukung oleh negara-negara yang memilih menutup mata terhadap konsekuensi ekonomi dan moral dari pendanaan energi Rusia.
Dalam konferensi pers bersama, para anggota Kongres dari kedua partai menyatakan harapan bahwa sanksi baru ini akan mendorong Moskow kembali ke meja perundingan. Senator Demokrat Richard Blumenthal, salah satu penyusun utama RUU, menyampaikan pesan tegas kepada Putin: “Kami tahu kelemahan Anda.” Di sisi lain, ia menegaskan dukungan AS yang tak tergoyahkan bagi Ukraina, menekankan bahwa negara itu tidak sendirian dalam perjuangannya. Presiden Trump diperkirakan akan menandatangani RUU tersebut menjadi undang-undang dalam waktu dekat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tuyul dan Misteri Kekayaan yang Tak Bisa Dijelaskan Secara Logis
Cerita tuyul sebagai simbol iri hati masyarakat petani terhadap kekayaan mendadak akibat perubahan ekonomi kolonial, bukan sekadar mitos, melainkan refleksi sosial yang terus hidup hingga kini.
19 September 2026

OJK Perkuat Regulasi Bursa Mineral dan Komoditas Strategis
OJK terbitkan dua aturan baru untuk mengatur dan mengawasi Bursa Mineral dan Komoditas Strategis mulai 2027, dengan fokus pada stabilitas, transparansi, dan perlindungan pengguna jasa.
19 September 2026

Vietnam Siap Jajaki Minat Investor Lewat Forum Tahunan
Pemerintah Vietnam mempersiapkan forum tahunan untuk berdialog dengan investor asing terkait potensi penerbitan obligasi, tanpa rencana penerbitan segera.
19 September 2026
14 Bank Tutup Operasi di 2026, OJK Perkuat Pengawasan
Sebanyak 14 bank resmi dihentikan operasinya sepanjang 2026, seiring upaya OJK memperkuat stabilitas sistem keuangan nasional.
19 September 2026
Berita Lainnya

Jasa Marga Kokohkan Fondasi, Tumbuhkan Ekosistem Bisnis
Sabtu, 19 September 2026, 14.46 WITA

176 Mahasiswa Terpilih Jadi Pemimpin Masa Depan Lewat TELADAN 2026
Sabtu, 19 September 2026, 14.46 WITA

BGN Percepat Pembenahan Dapur MBG Sebelum Ekspansi
Sabtu, 19 September 2026, 14.46 WITA

Tanoto Foundation Perkuat Riset Kesehatan Asia Melalui Pendekatan Terintegrasi
Sabtu, 19 September 2026, 14.46 WITA

Warren Buffett Hentikan Jabatan Chairman Usai 56 Tahun Memimpin
Sabtu, 19 September 2026, 14.45 WITA

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Lewat Pengiriman Minyak dari Luar Negeri
Sabtu, 19 September 2026, 14.45 WITA

12 Merek Beras Fortifikasi Ditarik Usai Temuan Ketidaksesuaian Kandungan
Sabtu, 19 September 2026, 14.45 WITA

Kesiapan Karier Harus Dirancang Sejak Kuliah Awal
Sabtu, 19 September 2026, 14.45 WITA

