Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Lewat Pengiriman Minyak dari Luar Negeri
Pertamina sukses mengirimkan minyak mentah dari aset internasional ke dalam negeri, dengan dua pengiriman total 1,45 juta barel sepanjang 2026, sebagai bagian dari strategi jangka panjang menjaga pasokan kilang dan ketahanan energi nasional.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 14.45 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT Pertamina (Persero) memperkuat posisi ketahanan energi nasional melalui realisasi pengiriman minyak mentah dari operasi hulu internasional ke kilang dalam negeri. Program Bring Barrel Home, yang dijalankan oleh PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP), menjadi pilar utama dalam strategi tersebut. Dalam kurun waktu 2026, sebanyak 1 juta barel dikirim pada awal tahun, disusul 450 ribu barel pada bulan Juni, dari lapangan Menzel Lejmat (MLN) Block 405a di Aljazair. Langkah ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam memanfaatkan potensi aset global untuk mendukung kebutuhan energi dalam negeri.
Pengiriman minyak dari luar negeri bukan sekadar kebutuhan darurat, melainkan bagian dari rencana jangka panjang Pertamina untuk menjadikan aset internasional sebagai sumber pasokan strategis. VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa ekspansi bisnis global bukan hanya untuk keuntungan finansial, tetapi juga sebagai upaya memperkuat kedaulatan energi nasional. Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini menunjukkan kemampuan Pertamina sebagai perusahaan yang mampu mengelola operasi lintas negara secara efisien dan terintegrasi.
Pengamat Energi dari Universitas Padjadjaran, Yayan Satyakti, menyambut positif langkah ini sebagai respons terhadap tren penurunan produksi minyak domestik. Ia menilai bahwa ketergantungan pada eksplorasi dalam negeri saja tidak cukup untuk menjaga keseimbangan pasokan. Ekspansi internasional, menurutnya, memberikan dua manfaat utama: pertama, membawa Pertamina ke depan dalam inovasi teknologi eksplorasi dan produksi global, dan kedua, menciptakan proses pembelajaran yang kaya (learning curve) untuk diterapkan di dalam negeri. Dengan demikian, kapasitas pencarian cadangan baru di Indonesia dapat meningkat secara signifikan.
Namun, keberhasilan strategi ini tidak lepas dari penguatan internal perusahaan. Yayan menekankan dua pilar kunci: pertama, struktur permodalan yang kuat serta efisiensi operasional di tingkat global, agar Pertamina mampu bertransformasi dari National Oil Company (NOC) menjadi Multinational Oil Company (MNOC). Kedua, peningkatan kualitas SDM, penguasaan teknologi, dan komitmen terhadap riset serta pengembangan (R&D). Dengan fondasi yang kokoh, Pertamina diharapkan mampu bersaing secara global tanpa mengorbankan kemandirian energi nasional.
Program Bring Barrel Home bukan sekadar menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi merupakan langkah strategis dalam membangun kapabilitas perusahaan secara menyeluruh. Dengan memanfaatkan aset internasional secara optimal, Pertamina tidak hanya menjaga kestabilan pasokan kilang, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai aktor energi yang berdaya saing tinggi di kancah global. Tujuan utamanya tetap sama: menjaga ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi bangsa.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Threads Perluas Fitur Pengawasan Orang Tua di Asia Pasifik
Meta meluncurkan fitur pengawasan orang tua di Threads untuk remaja di wilayah Asia Pasifik, termasuk Indonesia, dengan kontrol privasi, batas waktu, dan pemantauan aktivitas harian.
19 September 2026

Fitur Keamanan Grab: AudioProtect dan SOS Button
Grab meluncurkan dua fitur keamanan utama, AudioProtect dan SOS Button, untuk melindungi penumpang dan mitra pengemudi selama perjalanan.
19 September 2026

Harga BBM Nonsubsidi Naik Mulai 1 September 2026
Sejumlah merek BBM nonsubsidi di seluruh Indonesia mengalami kenaikan harga per 1 September 2026, termasuk Pertamax Turbo, Dexlite, dan produk premium lainnya, sementara BBM bersubsidi tetap stabil.
19 September 2026

Indonesia Resmikan Kapal Induk Pertama dari Italia
Kapal induk Giuseppe Garibaldi tiba di Tanjung Priok, menandai kehadiran kapal induk pertama bagi Indonesia setelah proses pengiriman dari Italia.
19 September 2026
Berita Lainnya

Prabowo Sebut Dua Tahun Kepemimpinan Momentum Tepat untuk Evaluasi Kabinet
Sabtu, 19 September 2026, 15.50 WITA

Prabowo Soroti Akademisi yang Bela Keuntungan Asing
Sabtu, 19 September 2026, 15.50 WITA

KPK Perluas Penyelidikan Suap HGB dengan Geledah Rumah dan Kantor
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

KPK Pertimbangkan Periksa Menteri ATR/BPN dalam Kasus Suap HGB
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

Nusron Wahid Serahkan Proses Hukum ke KPK
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

Pria Viral Tendang Wanita di Mal Jadi Tersangka
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

ASN Kemenpora Diduga Tanam Ganja di Rumah Pribadi
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

KPK Fokus Lengkapi Bukti Sebelum Panggil Nusron Wahid
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

