Tujuh Energi Alternatif untuk Kurangi Ketergantungan Minyak Bumi
Transisi energi global menekankan pengembangan tujuh sumber alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada minyak bumi, dengan fokus pada keberlanjutan dan efisiensi teknologi.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 14.43 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 3x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Penggunaan minyak bumi sebagai sumber energi utama telah menimbulkan tantangan besar, baik dari sisi keterbatasan sumber daya maupun dampak lingkungan, terutama emisi gas rumah kaca yang mempercepat perubahan iklim. Di tengah krisis energi global, upaya pengembangan energi alternatif menjadi prioritas strategis bagi banyak negara. Tujuh sumber energi ini—surya, angin, air, panas bumi, bioenergi, hidrogen, dan nuklir—dipandang sebagai pilar utama dalam transformasi sistem energi dunia, masing-masing dengan keunggulan dan keterbatasan spesifik.
Tenaga surya menjadi penyumbang terbesar penambahan kapasitas energi terbarukan dunia pada 2024, dengan kontribusi sekitar 452,1 gigawatt dari total 582 gigawatt yang terpasang. Teknologi ini tidak menghasilkan emisi selama operasi, namun kinerjanya tergantung pada sinar matahari, sehingga memerlukan sistem penyimpanan dan jaringan listrik yang andal untuk menjamin pasokan stabil. Di sisi lain, energi angin mencatat pertumbuhan signifikan dengan tambahan kapasitas sekitar 114,3 gigawatt, terutama melalui pembangkit darat dan lepas pantai.
Pembangkit listrik tenaga air tetap menjadi salah satu pilar utama energi terbarukan, dengan kapasitas terpasang mencapai sekitar 1.277 gigawatt pada akhir 2024, belum termasuk sistem penyimpanan terbalik. Energi panas bumi juga menunjukkan potensi besar, terutama di negara dengan aktivitas geotermal tinggi seperti Indonesia, yang masuk lima besar dunia dalam kapasitas terpasang, meski pengembangannya membutuhkan investasi awal dan eksplorasi intensif.
Bioenergi dan biofuel menjadi solusi strategis dalam sektor transportasi, dengan kemampuan menggantikan bahan bakar fosil secara langsung. Namun, pengembangan bahan bakunya harus diatur ketat agar tidak mengancam keberlanjutan ekosistem atau ketahanan pangan. Hidrogen hijau, yang diproduksi dari energi terbarukan, menawarkan prospek sebagai bahan bakar bersih dan media penyimpanan energi, meski proses produksinya masih kompleks dan bergantung pada sumber energi pendukung.
Energi nuklir, meski bukan terbarukan, tetap menjadi alternatif penting karena kemampuannya menghasilkan listrik dalam skala besar secara stabil tanpa emisi karbon selama operasi. Namun, tantangan pengelolaan limbah radioaktif dan keamanan operasional tetap menjadi pertimbangan krusial. IRENA mencatat bahwa 91 persen pembangkit energi terbarukan baru pada 2024 memiliki biaya produksi listrik yang lebih rendah dibandingkan pembangkit fosil, menunjukkan bahwa transisi energi tidak hanya penting secara lingkungan, tetapi juga ekonomi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Threads Perluas Fitur Pengawasan Orang Tua di Asia Pasifik
Meta meluncurkan fitur pengawasan orang tua di Threads untuk remaja di wilayah Asia Pasifik, termasuk Indonesia, dengan kontrol privasi, batas waktu, dan pemantauan aktivitas harian.
19 September 2026

Fitur Keamanan Grab: AudioProtect dan SOS Button
Grab meluncurkan dua fitur keamanan utama, AudioProtect dan SOS Button, untuk melindungi penumpang dan mitra pengemudi selama perjalanan.
19 September 2026

Harga BBM Nonsubsidi Naik Mulai 1 September 2026
Sejumlah merek BBM nonsubsidi di seluruh Indonesia mengalami kenaikan harga per 1 September 2026, termasuk Pertamax Turbo, Dexlite, dan produk premium lainnya, sementara BBM bersubsidi tetap stabil.
19 September 2026

Indonesia Resmikan Kapal Induk Pertama dari Italia
Kapal induk Giuseppe Garibaldi tiba di Tanjung Priok, menandai kehadiran kapal induk pertama bagi Indonesia setelah proses pengiriman dari Italia.
19 September 2026
Berita Lainnya

Prabowo Sebut Dua Tahun Kepemimpinan Momentum Tepat untuk Evaluasi Kabinet
Sabtu, 19 September 2026, 15.50 WITA

Prabowo Soroti Akademisi yang Bela Keuntungan Asing
Sabtu, 19 September 2026, 15.50 WITA

KPK Perluas Penyelidikan Suap HGB dengan Geledah Rumah dan Kantor
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

KPK Pertimbangkan Periksa Menteri ATR/BPN dalam Kasus Suap HGB
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

Nusron Wahid Serahkan Proses Hukum ke KPK
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

Pria Viral Tendang Wanita di Mal Jadi Tersangka
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

ASN Kemenpora Diduga Tanam Ganja di Rumah Pribadi
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

KPK Fokus Lengkapi Bukti Sebelum Panggil Nusron Wahid
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

