Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

ASEAN Siap Bahas Kabut Asap Lintas Batas di Pertemuan Menteri 2026

Negara-negara ASEAN akan membahas isu kabut asap lintas batas akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia pada pertemuan menteri luar negeri November 2026, menyusul dampak serius terhadap kualitas udara dan aktivitas publik di Malaysia dan Singapura.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 23.01 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 23x dibuka
ASEAN Siap Bahas Kabut Asap Lintas Batas di Pertemuan Menteri 2026📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pertemuan tingkat menteri luar negera ASEAN pada bulan November 2026 akan menyertakan isu kabut asap lintas batas sebagai bagian dari agenda resmi, sejalan dengan persiapan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) tahunan. Filipina, yang menjabat sebagai ketua ASEAN saat ini, mengonfirmasi bahwa persoalan tersebut telah dimasukkan dalam daftar pembahasan utama, menunjukkan komitmen regional terhadap penanganan dampak lingkungan yang meluas.

Kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Asia Tenggara dalam beberapa pekan terakhir berasal dari kebakaran hutan dan lahan yang berlangsung secara berkepanjangan di wilayah Sumatra dan Kalimantan. Kondisi ini dikategorikan sebagai yang paling parah dalam 11 tahun terakhir, dengan dampak langsung terasa di Singapura dan Malaysia, termasuk penutupan sekolah di sejumlah daerah akibat kualitas udara di bawah ambang batas aman.

Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, menyatakan bahwa mekanisme ASEAN saat ini belum secara khusus mencakup penanganan bencana kabut asap lintas batas, sehingga perlu diperkuat melalui kerja sama kolektif. Ia menekankan perlunya kerangka hukum dan koordinasi yang lebih efektif, sambil menyampaikan bahwa Malaysia telah menawarkan bantuan teknis kepada Indonesia, termasuk dukungan pemadaman kebakaran. Namun, kendala seperti jarak pandang rendah, akses terbatas, dan keterbatasan kondisi untuk modifikasi cuaca menghambat upaya penanggulangan di lapangan.

Di sektor transportasi, maskapai berbiaya rendah Malaysia, Firefly, memperpanjang pembatalan penerbangan antara Kuala Lumpur dan Singapura hingga hari Rabu, sebagai respons atas kondisi keamanan akibat kabut asap. Keputusan ini diambil sebagai langkah proaktif demi keselamatan penumpang, seiring dengan penurunan visibilitas akibat asap yang diperparah oleh fenomena El Nino kuat. Penerbangan dari Bandara Sultan Abdul Aziz Shah ke Bandara Seletar telah ditangguhkan sejak Sabtu, dengan perusahaan memastikan pemantauan terus dilakukan dan informasi terkini akan disampaikan kepada penumpang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya