Jumat, 11 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Asing Beli Bersih Rp1,95 Triliun di 10 Saham Saat IHSG Melemah

Investor asing catatkan beli bersih senilai Rp1,95 triliun di 10 emiten utama meski IHSG turun 1,29% pada Kamis (10/9/2026).

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 22.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Asing Beli Bersih Rp1,95 Triliun di 10 Saham Saat IHSG Melemah📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Kamis, 10 September 2026, menutup sesi dengan kehilangan 86,30 poin atau 1,29%, berada di level 6.591,90. Penurunan ini terjadi di tengah aktivitas pasar yang cukup tinggi, dengan volume perdagangan mencapai 41,24 miliar saham dan nilai transaksi mencapai Rp19,76 triliun. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 2,52 juta kali, menunjukkan tingginya partisipasi investor. Dari total saham yang diperdagangkan, 159 menguat, 541 melemah, serta 263 stagnan.

Di tengah tekanan turunnya indeks, investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp1,95 triliun secara keseluruhan. Rinciannya, penjualan bersih terjadi sebesar Rp747,51 miliar di pasar reguler dan Rp1,20 triliun di pasar negosiasi serta tunai. Meski terjadi penjualan besar, terdapat sejumlah emiten yang menjadi fokus beli asing. Dari data yang dikumpulkan, 10 saham berhasil mencatatkan beli bersih bersih oleh investor asing dalam satu hari.

PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) menjadi yang paling banyak dibeli asing dengan nilai mencapai Rp301,01 miliar, disusul PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) sebesar Rp152,86 miliar. Sementara itu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) dan PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) masing-masing mencatat beli bersih Rp146,66 miliar dan Rp145,79 miliar. Emisi energi dan perbankan turut menjadi target beli, seperti PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) dengan beli bersih Rp57,30 miliar dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) sebesar Rp50,16 miliar.

Sektor pertambangan dan keuangan menjadi penguat utama dalam aktivitas beli asing, dengan PT Timah Tbk. (TINS), PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), PT Astra International Tbk. (ASII), dan PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) menyumbang beli bersih masing-masing Rp45,91 miliar, Rp36,52 miliar, Rp34,17 miliar, dan Rp28,28 miliar. Konsistensi beli asing terhadap emiten-emiten ini menunjukkan keyakinan terhadap prospek fundamental dan potensi kembali rebound pasar.

Kegiatan beli bersih yang terjadi di tengah pelemahan IHSG mengindikasikan adanya peluang entry point bagi investor institusional. Meskipun pasar secara umum bergerak turun, keberlanjutan aliran modal asing ke sektor strategis menunjukkan optimisme terhadap kinerja emiten dalam jangka menengah. Kondisi ini juga mencerminkan pemulihan arus modal asing yang bergerak selektif terhadap emiten dengan prospek stabil dan kinerja keuangan yang kuat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya